Idul Adha di Tengah PMK, Berikut Tips Pilih Hewan Kurban Hingga Olah Daging Agar Aman Konsumsi
Unsplash/Juliana e Mariana Amorim
Nasional
Idul Adha 2022

Idul Adha 2022 dirayakan dalam kondisi wabah PMK yang menyerang hewan ternak di Tanah Air. Sejumlah tips dari dokter hewan berikut bisa dilakukan untuk memilih hewan dan mengolah daging kurban yang aman dari bahaya PMK.

WowKeren - Peringatan Hari Raya Idul Adha tahun ini dibayang-bayangi kekhawatiran akan wabah PMK (penyakit mulut dan kaki) yang menjangkiti hewan ternak di Tanah Air. Menteri Agama pun telah mengingatkan umat Islam agar tak memaksakan diri berkurban jika memang situasi di wilayahnya tidak memungkinkan. Lantas, bagaimana cara memilih hewan kurban dan mengolah dagingnya agar aman dari bahaya PMK?

Dokter hewan dan ahli kesehatan masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), drh Denny Widaya Lukman memberikan sejumlah tips. Mulai dari cara pemilihan, penyembelihan hingga pengolahan daging hewan kurban agar bebas dari bahaya penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Pertama ketahui ciri hewan dengan PMK. PMK yang cenderung menjangkiti hewan ternak, seperti sapi, kambing, kerbau hingga domba, menimbulkan beberapa gejala seperti sariawan pada mulut, bibir, lidah dan dinding bagian dalam pipi, air liur yang berlebihan serta luka atau lepuh di atas dan celah di antara dua kuku," ungkap Denny dalam keterangan pers pada Jumat (1/7), melansir Antara.

Selanjutnya, pisahkan hewan sapi dan domba. Pasalnya, domba cenderung tidak menunjukkan gejala jika tertular PMK.

Hewan kurban dengan PMK yang bergejala ringan boleh dipotong dengan tetap memperhatikan kebersihan. Namun lebih baik didahulukan hewan yang sehat. "Panitia kurban hendaknya memotong semua hewan sehat terlebih dulu," kata Denny.


Limbah kotoran hewan yang sakit dibuang dengan ditanam di tanah atau dipisahkan pada tempat tertentu. Lalu laporkan pada dinas penyelenggara peternakan dan kesehatan hewan agar segera memindahkannya.

Setelah itu, daging Kurban juga hrus segera distribusikan. Distribusi yang cepat perlu dilakukan untuk menghindari perubahan kimiawi pada daging dan berkembangnya bakteri.

"Usahakan daging kurban diterima masyarakat yang membutuhkan maksimal lima jam setelah pemotongan. Daging juga dapat diolah menjadi kornet karena dari aspek keamanan pangan, pemanasan dalam proses produksi kornet dapat menginaktivasi virus," terang Denny.

Selain itu, Denny menyebut masyarakat tidak perlu khawatir karena PMK tidak menulari manusia. Sementara untuk pengolahan, Denny menyarankan untuk diolah hingga matang atau disimpan dalam freezer. Meski daging dibekukan, nutrisi daging akan tetap terjaga dan daging tidak mengalami perubahan kimiawi secara alami.

"Terkait pengolahan daging kurban, sebaiknya dimasak hingga matang agar mematikan bakteri/virus atau disimpan dalam freezer untuk mempertahankan kesegaran daging," jelasnya.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts