Wilayah Jawa Timur Belum Berlakukan Pembelian BBM Lewat Aplikasi, Ini Penjelasan Pertamina
Unsplash/Dawn McDonald
Nasional

Pemerintah sebelumnya telah menyampaikan bahwa mulai 1 Juli 2022, pembelian Pertalite dan Biosolar harus daftar online dulu. Namun aturan ini belum diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.

WowKeren - Belakangan masyarakat menyoroti isu pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi melalui aplikasi MyPertamina atau laman Pertamina. Akan tetapi hal ini rupanya belum diterapkan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.

Section Head Communication & Relations Pertamina Patra Niaga yang membawahi wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Arya Yusa Dwicandra mengatakan hanya ada 11 kota dan kabupaten di luar Jatim yang dipilih memakai aplikasi MyPertamina.

Arya menerangkan bahwa beredarnya kabar mengenai Pertamina yang mewajibkan konsumen melakukan pembayaran melalui aplikasi MyPertamina untuk pembelian pertalite dan biosolar itu sebenarnya pihaknya membuka pendaftaran, dan bukan mewajibkan konsumen membayar melalui aplikasi ketika membeli BBM dua jenis tersebut.

Arya menjelaskan bahwa pendaftaran itu hanya untuk mendata kendaraan yang layak mengonsumsi BBM bersubsidi atau tidak. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar subsidi yang disalurkan oleh pemerintah benar tepat sasaran.


"Kekhawatiran masyarakat ini turut meningkatkan konsumsi pertalite dan biosolar di sejumlah SPBU di Jatim, sebab pendataan itu sifatnya uji coba dan Jatim belum ada daerah yang memulainya," ujar Arya dalam keterangannya dilihat Sabtu (2/7).

Lebih lanjut, Arya menegaskan bahwa pembayaran pembelian BBM jenis Pertalite dan Biosolar tetap bisa dilakukan dengan uang tunai atau melalui aplikasi MyPertamina. Sementara mengenai pendaftaran subsidi tepat, bisa dilakukan dengan melalui lama atau mypertamina.id, dan nantinya konsumen akan mendapatkan QR Code unik.

"QR Code ini ditunjukkan kepada petugas di SPBU saat melakukan pengisian BBM jenis Pertalite dan Biosolar dan akan menentukan konsumen yang datang layak atau tidak membeli BBM bersubsidi," papar Arya.

Arya pun meminta agar masyarakat untuk tetap tenang dalam membeli di SPBU, khususnya di wilayah Jatim karena semuanya bisa dilakukan secara manual atau tunai seperti biasa. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa masyarakat di wilayah Jatim bisa tetap membeli BBM di SPBU seperti biasa.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts