Rombongan Waria Datangi Warga Sulsel Hingga Keluarkan Badik Usai Kontes Fashion Show Batal Digelar
Nasional

Sekelompok waria mendatangi rumah salah satu warga di Kompleks Pasar Tanru Tedong, Sidrap, Sulawesi Selatan. Para waria bahkan mengeluarkan badik dan mengancam pemilik rumah diduga buntut dari acara kontes yang batal digelar.

WowKeren - Sejumlah waria tiba-tiba menggeruduk rumah seorang warga di Kompleks Pasar Tanru Tedong, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Rumah milik pasangan Zainuddin dan Syamsuriah tersebur didatangi para waria diduga buntut dari acara fashion show para waria yang gagal digelar.

Melansir CNNIndonesia.com, Zainuddin diduga mendapat ancaman usai mengusulkan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Sidrap tidak memberi izin gelaran fashion show waria. Bahkan, Zainuddin dan Syamsuriah juga ikut diancam menggunakan badik saat rumah mereka dikepung sejumlah waria.

"Iya betul, awalnya itu terjadi akan dilaksanakan kontes yang kemarin. Dari kesepakatan dibatalkan kontes itu," ujar Kasi Humas Polres Sidrap, AKP Zakaria, Senin (4/7) kemarin.

"Jadi korban ini didatangi (Syahrullah) dengan beberapa waria di kompleks Pasar Tanru Tedong. Tiba-tiba salah satu mengeluarkan badik dari pinggangnya lalu mengancam korban," lanjut AKP Zakaria.

Rupanya, setelah kontes fashion show waria itu batal terlaksana, muncul unggahan di media sosial Facebook yang dinilai menghina komunitas mereka. Para waria yang tak terima soal posting foto Syamsuriah dengan caption "Bos Waria" di Facebook pun mendatangi rumahnya.


Video penyerangan itu pun ikut tersebar di media sosial. Video yang diambil dari rekaman CCTV itu menunjukkan puluhan anggota waria mendatangi salah satu rumah. Seorang pria yang sedang berdiri di rumah itu langsung diserang oleh waria dengan menggunakan badik. Kejadian itu pun berujung dengan pelaporan warga ke polisi.

"Iya, betul. Sementara diproses. Kedua belah pihak telah diambil keterangannya," kata AKP Zakaria saat dikonfirmasi, melansir Suara.com.

Akibatnya, kini kedua belah pihak, dari warga maupun kelompok waria saling melapor ke polisi. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

"Warga melaporkan kejadian itu ke polisi dengan pasal pengancaman. Anggota Waria ini juga melapor soal UU ITE. Jadi saling lapor ini," terang Zakaria.

"Syahrullah sebenarnya lebih dulu melaporkan atas nama Amiruddin Beddu terkait UU ITE. Terlapor mem-posting video pelapor dengan istrinya, bernama Syamsuriah yang berisikan muatan hinaan dengan kalimat pelapor tersebut adalah bos waria," pungkasnya.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts