Kiai di Jombang Minta Anaknya yang Jadi Tersangka Pencabulan Tak Ditangkap, Klaim Hanya Fitnah
Unsplash/David von Diemar
Nasional
Anak Kiai Jombang Tersangka Pencabulan

Kapolres Jombang AKBP Muh Nurhidayat telah berusaha untuk melakukan negosiasi dengan pihak keluarga dalam upaya penangkapan tersebut. Namun pihak kepolisian lagi-lagi gagal menangkap MSAT.

WowKeren - Seorang kiai besar di Jombang, Jawa Timur, yang bernama KH Muhammad Mukhtar Mukhti meminta polisi untuk tidak menangkap putranya yang menjadi tersangka kasus dugaan pelecehan anak di bawah umur. Diketahui, putra sang kiai yang berinisial MSAT dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap anak perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah pada tahun 2019.

Kapolres Jombang AKBP Muh Nurhidayat telah berusaha untuk melakukan negosiasi dengan pihak keluarga dalam upaya penangkapan tersebut. Namun pihak kepolisian lagi-lagi gagal menangkap MSAT.

Nurhidayat diketahui diundang Kiai Mukhtar dalam acara tausiah yang dihadiri oleh ratuan jemaah di Ponpes Majma'al Bachroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Desa Losari, Jombang, pada Minggu (3/7) malam. Nurhidayat kala itu bertindak sebagai negosiator yang hendak menangkap MSAT, namun upayanya gagal karena ratusan pengikut Kiai Mukhtar dan MSAT turut terlibat.

"Kami berupaya melaksanakan penangkapan tersangka MSAT, namun ada kendala di lapangan. Dan kami mau melakukan negosiasi tapi situasi tidak memungkinkan," ungkap Nurhidayat, Selasa (5/7).

Kiai Mukhtar menyebutkan bahwa anaknya difitnah dalam kasus dugaan pencabulan tersebut. Oleh sebab itu, ia meminta polisi untuk tidak menangkap anaknya.


"Bismillah hirohmannirohim. Allahu akbar. Demi untuk keselamatan kita bersama, demi untuk kejayaan Indonesia Raya, masalah ini masalah keluarga. Untuk keselamatan kita bersama, untuk kebaikan kita bersama, untuk kejayaan Indonesia Raya, masalah fitnah ini masalah keluarga," tutur ayah MSAT. "Untuk itu kembalilah ke tempat masing-masing jangan memaksakan diri mengambil anak saya yang kena fitnah ini. Semuanya itu adalah fitnah, Allahu Akbar."

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto menjelaskan bahwa pihaknya berupaya menangkap MSAT pada Minggu sekitar pukul 12.45 WIB. "Saat di jalan raya di Jombang, tim dihalang-halangi oleh mobil bernomor polisi S-1741-ZJ. Akibat peristiwa tersebut salah satu anggota kami terjatuh," ungkap Dirmanto.

Lebih lanjut, Dirmanto mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mengamankan mobil yang digunakan dalam upaya penghadangan tersebut. Meski sopirnya melarikan diri, dua orang yang ada dalam mobil tersebut telah ditangkap oleh polisi.

Kala dilakukan pemeriksaan, ditemukan barang bukti senjata jenis airsoft gun dalam mobil tersebut. "Upaya tindak lanjut kami adalah terus melakukan upaya pengejaran terhadap MSAT," tegasnya.

?

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts