Sopir Angkot Keluhkan aturan Beli BBM Pakai MyPertamina: Tak Punya Smartphone-Takut Antrean Panjang
Pixabay
Nasional
Aplikasi MyPertamina

Penggunaan MyPertamina untuk pembelian Pertalite dan Solar telah dimulai 1 Juli 2022 lalu. Uji coba awal dilakukan di sejumlah kabupaten/kota yang tersebar di lima provinsi.

WowKeren - Pertamina bakal mewajibkan para pelanggan BBM subsidi, baik jenis Pertalite maupun Solar, untuk melakukan pendaftaran online di aplikasi digital MyPertamina dan website MyPertamina terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan mekanisme penyaluran tepat sasaran.

Meski demikian, para sopir angkutan kota (angkot) mengeluhkan rencana tersebut karena banyak yang tidak memiliki smartphone. Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Sukabumi meminta Pertamina untuk mengecualikan sopir angkot agar tak perlu beli BBM menggunakan aplikasi ataupun website MyPertamina.

"Meskipun untuk Kabupaten Sukabumi masih belum tahun kapan akan diberlakukannya pembelian BBM subsidi melalui aplikasi MyPertamina, tetapi sopir angkot maupun angkutan umum (non-daring) lainnya resah, karena mayoritas dari mereka tidak memiliki smartphone atau handphone android," terang Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sukabumi, Dede Abdul Latif.

Menurutnya, ribuan sopir angkot di Kabupaten Sukabumi juga kebanyakan masih gagap teknologi. Sopir angkot yang sudah menggunakan smartphone bahkan disebut masih sangat sedikit.


Pendapatan minim yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari membuat Organda meminta pengecualian bagi para sopir angkot tersebut. Pasalnya, sopir akan merasa terbebani jika harus membeli smartphone untuk bisa mengakses MyPertamina.

"Mayoritas dari sopir angkot belum terbiasa bertransaksi secara online, apalagi harus melakukan scan barcode," jelasnya. "Kami pun mengkhawatirkan akan terjadi antrean panjang angkot di SPBU."

Sementara itu, penolakan juga disuarakan oleh para sopir angkot di Indramayu, Jawa Barat. Penggunaan MyPertamina untuk membeli BBM dinilai masih ribet dan sulit.

"Saya rasa kalau di kota kecil kayak Indramayu, saya rasa masih berat. Mungkin kalau di kota gede enggak masalah ya, karena di kota kecil kebanyakan, ya contoh lah HP masih HP jadul," ujar seorang sopir angkot bernama Taufik, dilansir Kompas TV. "Mungkin ada (smartphone) android, kadang-kadang enggak ada kuota. Jadi intinya masih serba sulit lah."

Sebagai informasi, uji coba penggunaan MyPertamina untuk pembelian Pertalite dan Solar telah dimulai 1 Juli 2022 lalu. Uji coba awal dilakukan di sejumlah kabupaten/kota yang tersebar di provinsi Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts