Banjir yang telah melanda Australia selama kurang lebih satu minggu itu pun kini tampak mulai surut. Penduduk yang terdampak pun mulai kembali ke rumah dari tempat pengungsian.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 08 Juli 2022 - 13:11 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, Australia dilanda bencana alam banjir akibat diguyur hujan lebat. Akibatnya, puluhan ribu warga pun terpaksa mengungsi dari New South Wales ke barat daya Sydney. Bahkan banjir ini pun disebut mengancam jiwa.
Kini, banjir tersebut tampaknya berangsur surut, hingga membuat ribuan penduduk Sydney pada Jumat (8/7), mulai kembali ke rumah untuk mengambil persediaan kerusakan akibat banjir. Sementara itu, pihak berwenang meningkatkan upaya bantuan.
Akan tetapi, banjir diketahui masih berlanjut di barat Sydney dan beberapa wilayah di utara kota, bahkan ketika sistem tekanan rendah yang intens meruncing melintasi pantai timur Australia, dengan air masih mengalir ke sungai akibat hujan lebat yang dimulai akhir pekan lalu.
"Pantai timur yang rendah telah lepas dari pantai, yang merupakan berita bagus, tetapi kami memiliki banyak peringatan banjir (sekarang) dan mereka akan tetap ada selama beberapa hari dan bahkan hingga awal minggu depan," ujar Deputi Komisioner layanan darurat negara bagian Ashley Sullivan kepada televisi ABC, dilihat melalui malaymail, Jumat (8/7).
Di sisi lain, pihak berwenang menyampaikan ada sekitar 47 ribu penduduk di negara bagian terpadat di Australia telah diperintahkan untuk mengungsi atau diperingatkan bahwa mereka mungkin menerima perintah evakuasi, turun dari 60 ribu pada Kamis (7/7). Tapi, banyak yang masih tidak memiliki akses ke listrik atau internet.
Sementara itu, ratusan penduduk di Windsor, merupakan salah satu daerah pinggiran yang paling parah terkena dampak di barat Sydney, telah pulang ke rumah untuk menghadapi reruntuhan setelah banjir ketiga mereka tahun 2022 ini. Dengan memanfaatkan kondisi hujan yang reda, truk pun pindah ke lingkungan yang dilanda banjir untuk membersihkan puing-puing.
Sullivan mengatakan pembersihan puing-puing itu dilakukan bersama dengan kru darurat, militer juga akan membantu warga membersihkan rumah dan jalan. Kondisi sungai dan bendungan sudah hampir penuh bahkan sebelum hujan badai terakhir, yang menghancurkan tepi sungai dan menenggelamkan pertanian, rumah, jalan dan jembatan.
"Kita harus mulai melihat air surut di semua sungai, beberapa di antaranya lebih lambat dari yang lain," pungkas Sullivan.
(wk/tiar)