Polisi Dalami Motif Penembakan Shinzo Abe, Pelaku Awalnya Berencana Serang Pemimpin Kelompok Agama
AFP/JIJI
Dunia

Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ditembak dari jarak dekat selama pidato di depan stasiun kereta api di prefektur Nara pada Jumat (8/7) siang. Abe menggelar pidato tersebut menjelang pemilihan majelis tinggi pada Minggu (10/7).

WowKeren - Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meninggal dunia usai ditembak kala memberikan pidato kampanye pada Jumat (8/7). Pihak kepolisian Jepang terus berupaya untuk mengungkap motif di balik kasus penembakan Abe tersebut.

Sebagai informasi, pelaku penembakan tersebut merupakan seorang pria berusia 41 tahun bernama Tetsuya Yamagami. Menurut pihak kepolisian, Yamagami mengaku memiliki dendan terhadai "organisasi tertentu" yang kemungkinan merupakan kelompok religius.

Melansir Kyodo News, Yamagami percaya bahwa organisasi tersebut terkait dengan Abe. Pelaku membantah dirinya melakukan serangan itu karena menentang keyakinan politik Abe.

Sebagai informasi, Abe ditembak dari jarak dekat selama pidato di depan stasiun kereta api di prefektur Nara pada Jumat siang. Abe menggelar pidato tersebut menjelang pemilihan majelis tinggi pada Minggu (10/7).


Pelaku diketahui mendekati Abe dari belakang sembari memegang senjata rakitan. Rumah pelaku telah digeledah polisi pada hari Jumat, ditemukan sejumlah barang yang diyakini merupakan bahan peledak dan senjata rakitan.

Adapun Yamagami merupakan mantan anggota Pasukan Bela Diri Maritim yang bertugas selama tiga tahun hingga Agustus 2005. Ia sempat bekerja di sebuah pabrik di wilayah Kansai dari sekitar musim gugur 2020 namun berhenti pada bulan Mei 2022.

Di sisi lain, jenazah Abe telah dibawa meninggalkan rumah sakit di Nara pada Sabtu (9/7) pagi ini. Istri Abe berada di dalam mobil dan jenazah mantan perdana menteri tersebut diperkirakan akan tiba di Tokyo pada siang hari.

Berdasarkan hasil otopsi jenazah Abe, ditemukan ada luka tembak di bagian lengan kiri atas dan leher. Menurut pihak kepolisian, ditemukan luka lain di bagian leher Abe namun tidak diketahui apa penyebabnya.

Di sisi lain, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida telah melakukan percakapan via telepon dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Sabtu hari ini. Biden menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Abe.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait