Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bertemu dengan Presiden Ilham Aliyev di Baku dan menandatangani nota kesepahaman baru tentang kemitraan strategis di bidang energi.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 19 Juli 2022 - 08:57 WIB
WowKeren - Uni Eropa akhirnya menandatangani kesepakatan gas baru dengan Azerbaijan pada Senin (18/7). Mereka menggandakan impor untuk membantu menggantikan bahan bakar fosil dari Rusia di tengah perang di Ukraina.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bertemu dengan Presiden Ilham Aliyev di Ibu Kota Baku dan menandatangani nota kesepahaman baru tentang kemitraan strategis di bidang energi. Ini dilakukan ketika Brussel bersiap untuk memutuskan ketergantungannya pada gas Rusia, menurut rilis berita.
"Kami membuka babak baru," kata von der Leyen. "Dalam kerjasama energi kami dengan Azerbaijan, mitra kunci dalam upaya kami untuk menjauh dari bahan bakar fosil Rusia."
Dengan kesepakatan itu, von der Leyen optimis dapat menjamin pasokan gas yang stabil dan andal ke Eropa melalui Koridor Gas Selatan. Untuk membantu menyelesaikan kesepakatan, von der Leyen dibantu oleh Komisaris Energi Kadri Simson yang bergabung di Baku.
Tak hanya soal energi, Uni Eropa juga berharap dapat bekerja sama dengan Azerbaijan untuk menjalin kemitraan jangka panjang. Dalam pernyataannya, von der Leyen berharap di masa depan Uni Eropa dan Azerbaijan dapat menjalin kerja sama yang lebih menyeluruh selain bidang energi.
"Kami juga meletakkan dasar kemitraan jangka panjang pada efisiensi energi dan energi bersih, karena kami berdua mengejar tujuan Perjanjian Paris," kata von der Leyen. "Tetapi energi hanyalah salah satu bidang di mana kita dapat meningkatkan kerja sama kita dengan Azerbaijan dan saya berharap untuk memanfaatkan potensi penuh dari hubungan kita."
Adapun kesepakatan baru itu mencakup komitmen untuk mengirimkan setidaknya 20 miliar meter kubik gas ke Eropa setiap tahun pada tahun 2027. Azerbaijan telah meningkatkan pengiriman gas alam dari 8,1 miliar meter kubik pada tahun 2021 menjadi 12 miliar meter kubik yang diharapkan pada tahun 2022.
"Uni Eropa telah memutuskan untuk melakukan diversifikasi dari Rusia dan beralih ke mitra yang lebih andal dan dapat dipercaya," kata von der Leyen berterima kasih pada Azerbaijan. "Dan saya senang memasukkan Azerbaijan di antara mereka."
(wk/zodi)