Pihak berwenang memerintahkan evakuasi empat daerah dan memperingatkan warga di lebih banyak daerah untuk bersiap mengungsi. Observatorium Nasional Athena juga dievakuasi.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 20 Juli 2022 - 08:26 WIB
WowKeren - Angin kencang yang berkobar di wilayah pegunungan Penteli dekat Athena telah memicu kebakaran hutan pada Selasa (19/7). Akibatnya, empat daerah dan rumah sakit harus dievakuasi, menurut perintah dari pihak berwenang setempat.
Kebakaran terjadi pada pukul 1430 GMT, sekitar 27 km (16 mil) utara dari pusat Athena ketika awan asap tebal membubung ke langit di atas Gunung Penteli. Kuil Parthenon di bukit Acropolis tertutup lampu merah karena api menyala di latar belakang. Menjelang malam, saksi mata mengatakan api terlihat dari pulau Evia, sekitar 50 km.
Media lokal melaporkan api telah menghanguskan setidaknya satu rumah tetapi pemadam kebakaran tidak akan mengonfirmasi informasi tersebut. Tidak ada laporan korban luka, kata petugas pemadam kebakaran.
Untuk menjinakkan kobaran api, sebanyak 420 petugas pemadam kebakaran dikerahkan, yang dibantu oleh 85 mesin ketika api berkobar di beberapa titik pada sore hari. Lebih dari 24 helikopter dan pesawat sebelumnya telah berupaya menyiramkan air ke api namun operasi itu terpaksa dihentikan pada malam hari karena alasan keamanan.
Pihak berwenang memerintahkan evakuasi empat daerah, yakni Anthousa, Dioni, Drafi, dan Dasamari. Mereka juga memperingatkan warga di lebih banyak daerah untuk bersiap mengungsi sewaktu-waktu. Untuk tindakan pencegahan, satu rumah sakit dan Observatorium Nasional Athena juga dievakuasi.
Lalu lintas dihentikan di jalan-jalan yang menuju Penteli dan polisi membantu warga menemukan jalan keluar dari daerah yang dilanda kebakaran. Juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran Yiannis Artopios mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kondisi yang mereka alami saat ini memang sulit. Kondisi yang panas menyebabkan kebakaran lebih rawan terjadi.
"Hari ini adalah hari yang sulit," ujarnya. "Kami berada di puncak musim kebakaran dan kondisi saat ini membuat kebakaran lebih mudah terjadi dan menyebar."
Lebih dari 200 petugas pemadam kebakaran dan peralatan akan siaga selama bulan-bulan terpanas Juli dan Agustus di Yunani. Mereka berasal dari sejumlah negara seperti Bulgaria, Prancis, Jerman, Rumania, Norwegia, dan Finlandia.
(wk/zodi)