Di tengah kegiatan pembelajaran tatap muka alias PTM di SMPN 85 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, tiga siswa dilaporkan terpapar COVID-19. Alhasil PTM dihentikan sementara.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 21 Juli 2022 - 14:15 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 di Indonesia hingga saat ini masih belum berakhir. Di samping itu, pemerintah juga telah memutuskan untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 85 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, menjadi salah satu sekolah yang telah menerapkan PTM. Akan tetapi, ada tiga siswa yang dilaporkan terpapar COVID-19.
Menurut petugas keamanan sekolah, tiga orang siswa yang terpapar COVID-19 itu merupakan pelajar kelas VII B dan kelas IX. "Ada tiga orang yang terpapar COVID-19, kelas VII B sama kelas IX," ujar petugas keamanan sekolah kepada Kompas.com, Kamis (21/7).
Dengan dilaporkannya tiga orang siswa yang terpapar COVID-19, maka pihak sekolah pun memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan PTM. Adapun proses penghentian sementara ini berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak Rabu (20/7) kemarin.
Sementara berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kompas.com, petugas keamanan menyebut bahwa Wakil Kepala Sekolah SMPN 85 bidang Kesiswaan yakni Farida tidak ada di sekolah sejak tiga siswanya terpapar COVID-19. Di samping itu, kondisi sekolah juga terlihat sepi, di mana gerbang utama tertutup rapat.
Hanya gerbang kecil sekolah yang tampak dibuka, namun hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki dan pemotor. Kemudian juga tidak terlihat ada kegiatan sekolah, hanya tampak seseorang yang tengah membersihkannya.
Pada Januari 2022 lalu, beberapa siswa di SMPN 85 Pondok Labu diketahui juga pernah dilaporkan terpapar COVID-19. Setelah itu, pihak sekolah lantas menggelar tes swab PCR kepada 30 siswanya.
Dalam kegiatan tes swab PCR tersebut, pihak SMPN 85 Pondok Labu bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Cilandak. Sementara untuk siswa yang dinyatakan postif COVID-19 itu dipastikan bukan klaster sekolah, melainkan terpapar dari lingkungan keluarga.
Seiring dengan kenaikan angka kasus COVID-19 yang terjadi belakangan ini di Indonesia, pemerintah pun meminta masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin dan ketat.
Termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang meminta setiap sekolah, yang mana melakukan PTM 100 persen, untuk selalu memperhatikan prokes.
(wk/tiar)