Jenderal Andika Duga Anggota TNI Terlibat Kasus Penembakan Istrinya Sendiri, Polisi Tangkap 4 Pelaku
Pixabay
Nasional

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menduga Kopda Muslimin terlibat dalam kasus penembakan sang istri. Dugaan itu muncul usai Kopda Muslimin menghilang pasca insiden penembakan Rina tersebut.

WowKeren - Kasus penembakan istri anggota TNI di Kota Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu sempat menghebohkan publik. Rina Wulandari, istri dari anggota Yonarhanud 15 bernama Kopda Muslimin ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya di Banyumanik, Kota Semarang, pada Senin (18/7).

Belakangan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menduga Kopda Muslimin terlibat dalam kasus penembakan sang istri. Dugaan itu muncul usai Kopda Muslimin menghilang pasca insiden penembakan Rina tersebut.

"Sudah sejak hari pertama kita sudah, dan dugaan memang kuat karena suami dari korban ini lari sejak hari pertama," ungkap Andika pada Jumat (22/7). "Dan bukti-bukti investigasi sudah mengarah kepada beberapa orang yang kami lebih cenderung juga mengaitkan ke suami korban."

Lebih lanjut, Andika menjelaskan bahwa dugaan itu bukan sekadar tudingan tak beralasan. Dugaan keterlibatan Kopda Muslimin diperkuat dengan keterangan saksi dan bukti elektronik. Menurut Andika, saksi dan bukti tersebut mengarah pada peran Kopda Muslimin dalam kasus penembakan Rina.

"Iya, itu karena sudah pemeriksaan bukan hanya saksi, tapi juga dari elektronik dan semuanya mengarah ke sana," paparnya. "Jadi itulah yang kami dapatkan sejauh ini."


Apabila dugaan tersebut benar, maka perbuatan tersebut tak bisa ditolerir. Oleh sebab itu, Andika meminta agar kasus penembakan tersebut diusut tuntas.

"Jadi ini adalah masalah-masalah yang menurut saya sangat tidak manusiawi. Apakah kesenangan pribadi yang kemudian memberikan dorongan untuk melakukan apa saja, menghalalkan segala cara. Ini akan kita usut tuntas," terangnya.

Sementara itu, pihak kepolisian telah menangkap empat pelaku penembakan Rina. Selain keempat pelaku penembakan, polisi juga menangkap satu orang yang berperan sebagai penyedia senjata api.

"Empat pelaku lapangan, dua kendaraan sarana kejahatan, satu senjata api dan empat amunisi," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, Sabtu (23/7) dini hari. "Satu pelaku penyedia senjata api. Diamankan pula satu kendaraan yang dibeli dari hasil pembayaran sebagai eksekutor."

Dengan begitu, seluruh pelaku penembakan Rina yang ditangkap sudah lengkap. Meski demikian, Irwan belum memberikan penjelasan detail mengenai identitas pelaku yang telah ditangkap.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait