Kemenkes Beber BPOM Belum Setujui Vaksin Cacar Monyet
Unsplash/Diana Polekhina
Nasional
Wabah Cacar Monyet

Sebelumnya, FDA diketahui telah menyetujui dua vaksin cacar monyet. Menanggapi hal ini, Kemenkes pun memberikan penjelasan terkait keberadaan dua vaksin tersebut di Indonesia.

WowKeren - Wabah cacar monyet atau monkeypox tampaknya semakin menyebar ke banyak negara dunia. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Dalam menanggapi penetapan tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun menyiapkan komponen deteksi awal cacar monyet. Hal ini dilakukan demi mencegah masuknya wabah ke Indonesia.

Akan tetapi, Juru Bicara (Jibir) Kemenkes Mohammad Syahril menyampaikan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberikan persetujuan terhadap dua vaksin cacar monyet yang telah disetujui oleh FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat).

Menurut Syahril, hal itu lah yang membuat dua vaksin cacar monyet yang telah disetujui FDA yakni Jynneos (Imvamune atau Imvanex) dan ACAM2000 belum tersedia di Indonesia hingga saat ini. Hal ini disampaikan Syahril dalam konferensi pers Kemenkes pada Rabu (27/7).

Meski begitu, Syahril mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari WHO, yang mana menyebut vaksin cacar masih efektif digunakan kepada pasien cacar monyet. Hal serupa rupanya juga telah disampaikan oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin.


Budi diketahui menuturkan bahwa orang yang telah menerima vaksinasi cacar atau untuk smallpox akan memiliki antibodi terhadap virus cacar dalam tubuhnya seumur hidup. "Ini (cacar monyet) satu genus atau tipe dengan cacar yang dulu, smallpox," tutur Budi dalam keterangannya di Hotel Raffles Jakarta, pekan lalu.

"Jadi saya dibilangin sama para ahli, kalau kita pernah divaksin cacar, itu kalau enggak salah sampai tahun 1970-an, pokoknya yang kelahiran kayak saya ini, sudah lansia-lansia, itu imunitasnya ada," jelas Budi.

Budi kemudian menambahkan bahwa cacar itu berbeda dengan COVID-19 yang imunitas dari vaksin bisa turun setiap enam bulan. "Kalau vaksinasi cacar itu seumur hidup, jadi antibodinya ada di kita seumur hidup," imbuhnya.

"Jadi buat teman-teman yang sudah divaksinasi cacar sebenarnya relatif terlindungi," tandas Budi.

Sementara itu, berbeda dengan Indonesia, Uni Eropa diketahui telah menyetujui vaksin cacar Imvanex dalam memerangi cacar monyet. Bahkan Komisi Eropa diketahui juga telah memperpanjang otorisasi pemasaran untuk vaksin cacar tersebut.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts