Uni Eropa Setujui Vaksin Cacar Imvanex Untuk Lawan Cacar Monyet
Dunia
Wabah Cacar Monyet

Diketahui, Imvanex telah disetujui di Uni Eropa untuk pencegahan cacar sejak tahun 2013. Produk tersebut dianggap sebagai vaksin potensial untuk cacar monyet karena kesamaan antara virus cacar monyet dan virus cacar.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah cacar monyet berstatus darurat yang menjadi perhatian internasional (emergency of international concern). Badan eksekutif Uni Eropa lantas menyetujui vaksin cacar untuk digunakan melawan wabah cacar monyet.

"Komisi Eropa telah memperpanjang otorisasi pemasaran untuk vaksin cacar perusahaan, Imvanex, untuk memasukkan perlindungan dari cacar monyet," demikian pernyataan perusahaan Bavarian Nordic yang mengembangkan vaksin itu pada Senin (25/7).

Hal itu disebut telah sejalan dengan rekomendasi oleh pengawas obat-obatan Uni Eropa. "Persetujuan ... berlaku di semua Negara Anggota Uni Eropa serta di Islandia, Liechtenstein, dan Norwegia," lanjutnya.

Imvanex sendiri telah disetujui di Uni Eropa untuk pencegahan cacar sejak tahun 2013. Produk tersebut dianggap sebagai vaksin potensial untuk cacar monyet karena kesamaan antara virus cacar monyet dan virus cacar.


Sebagai informasi, Badan Obat-Obatan Eropa (EMA) melakukan penilaian ilmiah terhadap obat-obatan dan memberikan rekomendasi apakah ada obat yang harus dipasarkan. Namun di bawah undang-undang UE, EMA tidak memiliki wewenang untuk benar-benar mengizinkan pemasaran di berbagai negara di blok tersebut. Komisi Eropa lah yang merupakan badan otorisasi dan mengambil keputusan yang mengikat secara hukum berdasarkan rekomendasi EMA.

Sementara itu, harga saham Bavarian Nordic telah meningkat 122 persen dalam tiga bulan terakhir, didorong oleh permintaan yang kuat untuk vaksin cacar monyet. Menurut CEO Bavarian Nordic, Paul Chaplin, ketersediaan vaksin yang disetujui, "dapat secara signifikan meningkatkan kesiapan negara untuk memerangi penyakit yang muncul, tetapi hanya melalui investasi dan perencanaan terstruktur dari kesiapan biologis".

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa kasus cacar monyet belum ditemukan di Tanah Air. Maxi Rein Rondonuwu selaku Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah memperkuat surveilans dan deteksi dini sejak Mei 2022 lalu.

Lebih lanjut, Maxi mengatakan bahwa Kemenkes juga mendeteksi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) baik di pintu masuk laut dan udara. Hal ini dikarenakan banyak PPLN yang masuk ke Indonesia melalui kedua pintu tersebut.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts