Taiwan Gelar Latihan Serangan Udara di Tengah Ketegangan Dengan Tiongkok, Jalanan dan Toko Ditutup
Unsplash/xandreaswork
Dunia

Sebelumnya, Tiongkok sempat memperingatkan akan mengambil 'langkah tegas' jika Ketua DPR AS Nancy Pelosi melanjutkan rencana kunjungan ke Taiwan pada bulan Agustus mendatang.

WowKeren - Ibu Kota Taiwan, Taipei, menggelar latihan serangan udara, sedangkan militernya dimobilisasi untuk latihan pertahanan rutin. Latihan ini digelar di tengah kekhawatiran respons keras Tiongkok terhadap kemungkinan kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan.

Langkah-langkah defensif Taiwan ini sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan ancaman baru Tiongkok. Namun Taiwan menyoroti kemungkinan krisis baru di Selat Taiwan yang dianggap sebagai titik potensial konflik yang dapat menyelimuti seluruh wilayah.

Pada Senin (25/7), sirene serangan udara dibunyakan di Taipei pada pukul 13.30 waktu setempat, menutup wilayah tersebut selama 30 menit. Sebuah "peringatan rudal" yang meminta orang untuk segera mengungsi ke tempat yang aman, dikirim melalui pesan teks.

Polisi mengarahkan orang-orang ke tempat penampungan ketika sirene berbunyi. Petugas pemadam kebakaran berlatih memadamkan api yang dipicu oleh serangan rudal. Toko-toko dan restoran menutup pintu serta mematikan lampu untuk menghindari menjadi target jika terjadi serangan di malam hari.

"Dalam beberapa tahun terakhir, pesawat militer Tiongkok sering mengganggu Taiwan, dan perang antara Rusia dan Ukraina pecah pada Februari tahun ini," ujar Wali Kota Taipei Ko Wen-je. "Semua hal ini membuat kita memahami pentingnya waspada di masa damai dan kita perlu bersiap jika ada perang."


Sebelumnya, Tiongkok sempat memperingatkan akan mengambil "langkah tegas" jika Ketua DPR AS Nancy Pelosi melanjutkan rencana kunjungan ke Taiwan. Menurut laporan Financial Times, Pelosi berencana melakukan kunjungan ke Taiwan pada bulan Agustus mendatang.

Tiongkok belum mengatakan tindakan spesifik apa yang akan diambil. Namun spekulasi telah berpusat pada babak baru latihan militer yang mengancam atau bahkan upaya untuk mencegah pesawat Pelosi mendarat dengan menyatakan zona larangan terbang di atas Taiwan.

"Jika AS bertekad untuk membuatnya (kunjungan Pelosi ke Taiwan) terjadi, mereka tahu China akan mengambil tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya dan AS harus membuat persiapan militer," kata Shi Yinhong, pakar hubungan internasional di Universitas Renmin Beijing.

Sementara itu, Taiwan telah meningkatkan tingkat siaganya sejak konflik Rusia-Ukraina dimulai. Bagian lain Taiwan akan melakukan latihan evakuasi jalanan minggu ini.

Latihan telah dibatalkan selama dua tahun terakhir karena COVID-19. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah menjadikan peningkatan kapasitas pertahanan sebagai prioritas utamanya dan mengatakan hanya rakyatnya yang dapat memutuskan masa depan mereka.

"Ketika semua orang menerima pesan teks, jangan panik," kata Tsai dalam sebuah pengingat kepada publik di Facebook pada Senin pagi. "Warga mohon dievakuasi sesuai petunjuk."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait