Kuasa Hukum Keluarga Ungkap Otak Brigadir J Geser ke Perut Kala Diautopsi Ulang, Ini Kata Polri
Nasional
Penembakan Brigadir J

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, lantas mengungkap sejumlah hasil autopsi ulang yang dilakukan di Rumah Sakit Sungai Bahar, Muaro Jambi tersebut. Salah satunya terkait posisi organ otak.

WowKeren - Kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J masih terus bergulir. Jenazah Brigadir J bahkan kembali diautopsi demi memastikan penyebab kematiannya.

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, lantas mengungkap hasil autopsi ulang yang dilakukan di Rumah Sakit Sungai Bahar, Muaro Jambi tersebut. Menurut Kamaruddin, autopsi ulang itu dilakukan oleh tim dokter forensik dan tim dokter perwakilan keluarga.

Kamaruddin mengungkapkan salah satu temuan baru di autopsi ulang ini adalah otak Brigadir J tak ditemukan di kepala. "Yang dilaporkan kepada ahli kita pertama, ketika kepalanya dibuka otaknya sudah tidak ditemukan," ungkap Kamaruddin.

Dokter forensik kemudian menemukan semacam penempelan lem kala meraba kepala Brigadir J. Ditemukan pula sebuah lubang disondek (ditusuk) yang menembus ke mata dan hidung.

Menurut Kamaruddin, Brigadir J diduga ditembak dari belakang kepala hingga tembus sampai ke hidung depan. Selain itu, ada pula enam retakan yang diduga akibat tembakan atau mungkin akibat lain. Adapun otak Brigadir J ditemukan geser ke bagian perut.


Lebih lanjut, Kamaruddin memastikan bahwa temuan hasil autopsi ulang Brigadir J ini telah dicatat dalam bentuk akta notaris. Hal ini demi mengamankan kebenaran fakta.

"Ini dokter yang menyatakan. Jadi dokter forensik bersama-sama dengan dokter yang mewakili kita, ya Jadi mereka menceritakan ini ditembak dari belakang," paparnya.

Sementara itu, pihak kepolisian menanggapi kabar posisi otak Brigadir J yang bergeser hingga ke perut. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Nurul Azizah, meminta untuk menunggu hasil akhir dari timsus yang tengah bekerja.

"Kita tunggu hasil akhir ya dari timsus, semua sedang bekerja," ujar Nurul dilansir Kumparan, Minggu (31/7).

Hal senada juga disampaikan oleh Komnas HAM. Menurut Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, pihaknya tak bisa menjawab banyak karena masih menunggu hasil autopsi ulang tersebut.

"Kami menunggu hasil autopsi kedua setelah ekshumasi kemarin yang dilakukan oleh pihak dokter forensik," terang Anam.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts