Vaksin COVID-19 Buatan RI Diharap Tersedia 17 Agustus, Uji Klinis Fase 3 Ditarget Segera Rampung
Pexels
Nasional
Vaksin COVID-19

Sebagai informasi, vaksin COVID-19 BUMN ini merupakan hasil kerjasama PT Bio Farma (Persero) dengan Baylor College of Medicine USA. Vaksin ini menggunakan teknologi Sub Unit Protein Rekombinan.

WowKeren - Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditarget segera merampungkan uji klinis fase 3. Adapun uji klinis tersebut dilaksanakan di empat pusat studi di Indonesia, yakni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta, FK Universitas Diponegoro Semarang, FK Universitas Andalas Padang, dan FK Universitas Hasanuddin Makassar.

Sebagai informasi, vaksin COVID-19 BUMN ini merupakan hasil kerjasama PT Bio Farma (Persero) dengan Baylor College of Medicine USA. Vaksin yang menggunakan teknologi Sub Unit Protein Rekombinan tersebut harus melalui perjalanan panjang hingga akhirnya bisa digunakan.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, menjelaskan bahwa Bio Farma kini telah mendaftarkan hasil uji klinis fase 3 itu sebagai rangkaian proses untuk mendapatkan izin edar dalam keadaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari BPOM RI. Selain itu, Bio Farma juga telah menyelesaikan audit vaksin COVID-19 oleh LPPOM MUI dan akan tersertifikasi untuk aspek kehalalannya dalam waktu dekat.

Honesti berharap vaksin COVID-19 BUMN ini sudah tersedia pada 17 Agustus 2022 mendatang, atau pada HUT ke-77 RI. Presiden Joko Widodo bahkan disebut sudah menyiapkan nama khusus untuk vaksin COVID-19 BUMN tersebut. Bio Farma tengah berproses untuk mendaftarkan nama tersebut ke Ditjen HKI Kemenkumham.

"Mudah-mudahan di tanggal 17 Agustus 2022, Indonesia akan memiliki vaksin buatan Indonesia. Persembahan untuk Indonesia guna memutus mata rantai COVID-19," terang Honesti.


Sementara itu, Medical Advisor Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 BUMN Prof Dr Soedjatmiko menjelaskan bahwa uji klinis tersebut masih berjalan. Namun ia optimis uji klinis fase 3 itu akan selesai sesuai jadwal.

"Sesuai standar uji klinis vaksin WHO dan BPOM, semua vaksin baru harus melalui tiga tahapan uji klinis," terangnya.

Menurutnya, uji klinis bertujuan untuk membuktikan bahwa vaksin COVID-19 tersebut aman dan dapat meningkatkan kadar antibodi secara bermakna untuk melawan COVID-19. Dengan begitu, vaksin ini diharapkan berkhasiat melindungi subjek dari sakit berat dan kematian karena COVID-19 sesuai standar BPOM.

Adapun uji klinis fase 1 untuk mengevaluasi keamanan dan preliminary imunogenisitas vaksin telah dilaksanakan mulai 16 Februari 2022 dengan melibatkan 175 subjek. Lalu fase 2 bertujuan untuk mengevaluasi dan memilih dosis vaksin terbaik untuk lanjut ke fase 3 dimulai pada 13 April 2022. Sedangkan uji klinis fase 3 melibatkan 4.050 subjek berusia 18 tahun ke atas.

"Sejak uji klinis tahap 1 hingga uji klinis tahap 3 membutuhkan kerja keras tim sekitar delapan bulan. Jika lancar uji klinis tahap 3 ini akan selesai Agustus 2022," paparnya. "Kemudian akan dilanjutkan dengan evaluasi enam bulan hingga satu tahun ke depan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait