Apa yang Perlu Disiapkan untuk Hadapi Cacar Monyet di Indonesia?
Nasional
Wabah Cacar Monyet

Badan Riset dan Inovasi Nasional ikut memperingatkan Indonesia terkait kesiapan menghadapi ancaman wabah Cacar Monyet. Apa saja yang sekiranya diperlukan dalam membangun kesiapsiagaan hadapi Cacar Monyet?

WowKeren - Cacar Monyet kini jadi salah satu penyakit yang diwaspadai secara global. Apalagi setelah WHO menetapkan status wabah Cacar Monyet sebagai darurat kesehatan internasional. Indonesia pun tentu harus ikut mewaspadai dan siap siaga akan ancaman kedatangan wabah Cacar Monyet di Tanah Air.

Meski untuk saat ini belum ada kasus Cacar Monyet yang terdeteksi, Indonesia tentu tak mau sampai kecolongan lagi seperti kasus awal pandemi COVID-19 lalu. Karena itu, berbagai pihak pun meminta Indonesia segera bersiap dengan rencana untuk menghadapi Cacar Monyet.

Salah satunya adalah BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Peneliti Pusat Riset Kedokteran dan Praklinis BRIN, Zulvikar Syambani Ulhal menyampaikan bahwa Indonesia perlu membangun kesiapsiagaan yang baik untuk menghadapi Cacar Monyet apabila muncul di Indonesia.

"Walaupun mungkin kasus belum ditemukan, perlu adanya kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang baik untuk menghadapi apabila kasus ini muncul di Indonesia," kata Zulvikar dalam Webinar Talk to Scientists bertemakan Cacar Monyet, Darurat Kesehatan Global, dan Apa yang Perlu Kita Ketahui? yang diikuti secara virtual di Jakarta, Senin (1/8) melansir Antara.

Lantas apa saja persiapan dan kesiagaan yang harus dilakukan Indonesia untuk menghadapi atau mencegah wabah Cacar Monyet di Tanah Air? Zulvikar menyebut ada sejumlah kesiapsiagaan yang berlu dibangung untuk menghadapi Cacar Monyet.


Salah satunya, kapasitas deteksi dan laboratorium harus ditingkatkan. Pasalnya, saat ini Kit PCR untuk tes Cacar Monyet belum banyak tersebar. Oleh sebab itu, Zulvikar menyebut perlu adanya validasi internal dari masing-masing negara.

Sementara itu, sejauh ini Zulvikar menilai persiapan kapasitas laboratorium atau kemampuan deteksi dari Kementerian Kesehatan sudah cukup baik. Hal itu salah satunya karena saat ini sudah banyak laboratorium di berbagai daerah yang sudah punya kemampuan deteksi PCR setelah pandemi COVID-19 melanda.

Kedua, Zulvikar menyebut mengenai peningkatan kesadaran pada diagnosis banding dari Cacar Monyet yang menekankan pada para klinisi. Ia menyebut, para klinisi yang sering melakukan kontak dengan kasus-kasus penyakit kulit, terutama dokter spesialis kulit dan kelamin perlu meningkatkan surveilans atau monitoring.

Selanjutnya, perlu disiapkan untuk skrining aktif atau surveilans pada kasus diagnosis banding Cacar Monyet. Di mana hal itu menekankan pada partisipasi aktif dari dokter dan masyarakat.

Selain itu, strategi mengenai vaksinasi dan pengobatan untuk Cacar Monyet juga harus dipersiapkan. Tak hanya itu, masyarakan awam juga harus ikut diberi informasi dan edukasi mengenai Cacar Monyet.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts