Usai 'Top Gun: Maverick', Glen Powell Kembali Terbang Tinggi Saat Perang Korea di Trailer 'Devotion'
/Peter Yang
Film

Trailer 'Devotion' dari Sony Pictures menunjukkan Glen Powell sekali lagi naik ke langit setelah film hitnya, 'Top Gun: Maverick', tetapi kali ini selama Perang Korea.

WowKeren - Sony Pictures telah merilis trailer terbaru untuk "Devotion" yang membawa bintang "Top Gun: Maverick", Glen Powell, ke dalam Perang Korea. Aktor ini berperan sebagai Thomas J. Hudner, wingman Jesse L. Brown (Jonathan Majors), pilot tempur kulit hitam pertama dalam sejarah Angkatan Laut AS.

"Devotion" didasarkan pada novel Adam Makos, Devotion: An Epic Story of Heroism, Friendship, and Sacrifice, yang berpusat pada Brown saat ia berjuang untuk berintegrasi dengan Angkatan Laut AS saat jauh dari istri dan anaknya yang baru lahir. Namun, ia membentuk ikatan yang erat dengan Hudner Jr. saat mereka melakukan serangan mendadak di semenanjung Korea.

Trailer menunjukkan Powell sekali lagi naik ke langit setelah film hitnya, "Top Gun: Maverick", tetapi kali ini selama Perang Korea. Trailernya menjanjikan banyak aksi terbang tinggi dan drama perang, tetapi yang lebih penting, film ini akan mencatat hubungan Brown dan Hudner Jr. sepanjang waktu mereka sebagai wingman selama konflik, sebuah persahabatan mendalam yang mengubah kehidupan kedua pilot.


Dalam setahun setelah rilis buku, film itu diumumkan sedang dalam proses produksi. Film ini disutradarai oleh Sleight and Sweetheart's J.D. Dillard dan ditulis oleh penulis Jake Crane dan Jonathan A. Stewart.

Selain Powell and Majors ada bintang pop dan aktor Joe Jonas yang berperan sebagai pilot Marty "Skip" Goode, Thomas Sadoski sebagai Pejabat Eksekutif Richard L. Cevoli, Christina Jackson sebagai istri Jesse Daisy Brown, dan Serinda Swan sebagai legenda Hollywood, Elizabeth Taylor. Devotion akan tayang di bioskop musim gugur ini pada 23 November.

Dalam sebuah wawancara dengan Vanity Fair awal tahun ini, Powell sempat berbicara mengenai film tersebut. "Saya merasa film ini bergema jauh lebih jujur daripada kebanyakan film tentang menjadi sekutu dan teman dan wingman," ujarnya.

"Tidak ada penyelamat kulit putih, kami bersikeras tentang itu," ungkap Majors. "Orang-orang ini tidak saling menyukai, mereka dipaksa bersama oleh takdir. Hal yang dimiliki kedua pria ini di dalam diri mereka yang menghubungkan mereka adalah gagasan tentang pengabdian."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!