Satgas PB IDI Klaim Sudah Terima Permintaan Vaksin Cacar Monyet Dari Kelompok Gay
Nasional
Wabah Cacar Monyet

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) lantas membentuk Satuan Tugas alias Satgas khusus sebagai bentuk kewaspadaan terhadap virus cacar monyet alias monkeypox.

WowKeren - Kasus cacar monyet alias monkeypox hingga kini masih belum ditemukan di Indonesia. Meski begitu, kasus cacar monyet telah memasuki negara tetangga Indonesia seperti Singapura hingga Australia.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) lantas membentuk Satgas khusus sebagai bentuk kewaspadaan terhadap virus cacar monyet. Ketua Satgas Cacar Monyet PB IDI, dr Hanny Nilasari, lantas mengungkapkan sudah ada dua permintaan terkait vaksin cacar monyet dari kelompok gay alias homoseksual.

Menurut Hanny, kelompok gay khawatir dan merasa lebih berisiko terpapar cacar monyet. Mengingat banyak kasus cacar monyet di berbagai negara dilaporkan terjadi pada kelompok tersebut.

"Sudah ada dua orang yang menghubungi saya menanyakan vaksinasi sebelum mereka kemungkinan tertular, karena merasa sangat berisiko," ungkapnya dalam webinar PB IDI pada Selasa (2/8).


Beberapa vaksin cacar monyet memang ada yang telah direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Meski begitu, Hanny menjelaskan bahwa hingga saat ini masih belum ada satu pun rekomendasi vaksin yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

"Tetap diketahui vaksin monkeypox ini belum diapprove oleh BPOM RI, meskipun sudah ada rekomendasi dari CDC dan WHO," jelasnya.

Sementara itu, Satgas IDI disebutnya akan fokus untuk memberikan edukasi cara penularan virus serta perilaku hidup bersih dan sehat. Hanny menjelaskan bahwa infeksi cacar monyet tak mudah menular namun kerap tidak disadari risikonya kala melakukan kontak.

"Kontak erat dari kulit ke kulit, atau mukosa ke mukosa, misalnya mulut, daerah anus, daerah mata, justru itu mentransfer virusnya secara banyak," paparnya.

Hanny juga menyatakan bahwa hingga kini masih belum ada kasus cacar monyet yang terkonfirmasi di Indonesia. "Sampai di hari ini belum terdapat kasus konfirmasi infeksi monkeypox. Namun pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus tetap waspada," tukasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts