Di atas stasiun luar angkasa, robot bernama MIRA itu akan beroperasi di dalam loker percobaan berukuran oven microwave dan melakukan aktivitas-aktivitas tertentu.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 03 Agustus 2022 - 20:09 WIB
WowKeren - Sebuah robot yang dimaksudkan untuk melakukan operasi jarak jauh akan diuji di Stasiun Luar Angkasa Internasional, sebagaimana dilaporkan perusahaan di belakang asisten robot miniatur in vivo (MIRA), pada Selasa (2/8). Percobaan itu rencananya akan dilakukan pada tahun 2024.
MIRA dikembangkan oleh Virtual Incision, sebuah perusahaan yang berbasis di Lincoln, Neb. yang berfokus pada pengembangan perangkat bedah berbantuan robot yang telah bekerja sama dengan NASA untuk membawa perangkatnya ke luar angkasa. Salah satu pendiri perusahaan, Shane Farritor, mengatakan dalam siaran pers bahwa perusahaannya dan NASA adalah mitra jangka panjang.
"NASA telah menjadi pendukung jangka panjang dari penelitian ini," katanya. "Dan sebagai puncak dari upaya itu, robot kami akan memiliki kesempatan untuk terbang di Stasiun Luar Angkasa Internasional."
Perusahaan ini bertujuan untuk menempatkan MIRA di stasiun luar angkasa pada tahun 2024 untuk demonstrasi teknologi. Kesempatan datang setelah hibah NASA baru-baru ini diberikan kepada Universitas Nebraska-Lincoln di mana Farritor adalah profesor lama dan mulai mengembangkan teknologi.
CEO Virtual Incision John Murphy mengatakan bahwa bekerja dengan NASA di stasiun luar angkasa akan menguji bagaimana MIRA dapat membuat operasi dapat diakses bahkan di tempat yang paling jauh sekalipun.
"Platform Virtual Incision MIRA dirancang untuk menghadirkan kekuatan perangkat operasi berbantuan robot (RAS) mainframe dalam ukuran mini," ujarnya. "Dengan tujuan membuat RAS dapat diakses di ruang operasi mana pun di planet ini."
Di atas stasiun luar angkasa, MIRA akan beroperasi di dalam loker percobaan berukuran oven microwave. Robot ini akan melakukan aktivitas yang dimaksudkan untuk mensimulasikan yang digunakan dalam operasi, seperti memotong jaringan simulasi dan memanipulasi benda-benda kecil.
MIRA saat ini sedang dalam tahap akhir pengujian uji klinis di Amerika Serikat. Perangkat itu sendiri bersifat invasif minimal dan dapat dimasukkan ke dalam tubuh manusia melalui sayatan kecil, dengan ahli bedah telah berhasil menggunakannya untuk melakukan reseksi usus besar. Harapannya adalah pada akhirnya MIRA mampu melakukan operasi jarak jauh dengan jarak yang sangat jauh.
(wk/zodi)