Sebelumnya, pihak Istana dan juga Menko PMK Muhadjir Effendy telah memberikan tanggapan terkait temuan tumpukan beras bansos di Depok. Kini Muhadjir menyinggung terkait kerugian.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 04 Agustus 2022 - 09:56 WIB
WowKeren - Belakangan ini, publik tengah menyoroti temuan beras yang disebut merupakan bansos dari pemerintah terkubur di dalam tanah di kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Atas hal ini, pihak Istana hingga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pun juga telah memberikan tanggapan.
Kini, Muhadjir mengungkapkan terkait kerugian atas temuan bansos Presiden Joko Widodo tersebut. Ia memastikan dalam hal tersebut, pemerintah tidak mengalami kerugian apapun. Pasalnya, perusahaan pengiriman JNE selaku pihak yang mengubur bansos tersebut telah menggantinya dengan beras dan sembako lainnya kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
"Jadi dia (JNE) itu sudah ada di perjanjian, jadi pemerintah enggak rugi," ujar Muhadjir dalam keterangannya di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (3/8). "Makanya kita juga enggak ikut-ikutan entah itu ditimbun, entah dibuang, entah itu dipakai makan hewan, itu urusan dia (JNE)."
Lebih lanjut, Muhadjir menekankan bahwa bansos yang dikubur itu sudah menjadi milik JNE. Maka dari itu, pemerintah tidak terlalu ambil pusing terkait temuan bansos yang dikubur di dalam tanah.
Di sisi lain, Muhadjir mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini masih memegang penjelasan dari JNE yang menyebut beras yang dikubur itu telah rusak terkena hujan. Meski begitu, ia juga tak memungkiri bila nantinya ada temuan baru dari pihak kepolisian. "Tapi kalau nanti ditemuannya beda, ya itu lain masalah," imbuhnya.
Selain itu, Muhadjir juga menyebut bahwa hingga saat ini belum ada KPM di Depok yang protes akibat tidak mendapatkan bansos. Dengan begitu, ia lantas menganggap bahwa JNE telah mengganti seluruh bansos yang rusak.
"Kalau sampai ada yang enggak kebagian, jangankan 160 ribu, itu seribu saja enggak kebagian pasti (ada) teriakan ya toh?" terang Muhadjir. "Kan selama ini enggak ada berita bahwa ada yang tidak kebagian beras kan enggak ada."
Sebagaimana diketahui, puluhan karung beras bansos untuk masyarakat yang terdampak COVID-19 itu sebelumnya ditemukan di sebuah lapangan di kawasan Sukmajaya, Kota Depok, Jabar. Adapun tumpukan beras ini diketahui warga setempat sekaligus ahli waris tanah tersebut yang mendapatkan informasi dari pegawai perusahaan JNE.
(wk/tiar)