Uang Hasil Mengemis Dipakai Sawer Biduan-Daftar Haji, Kakek Ini Buat Pengakuan Mengejutkan
Nasional

Kakek Pengemis di Probolinggo diamankan Satpol PP usai videonya yang menyawer biduan viral di media sosial. Pengemis itu pun mengakui bahwa uang yang dipakai untuk menyawer adalah hasil dari mengemis.

WowKeren - Tak jarang para pengemis yang lalu lalang meminta-minta di berbagai lokasi malah memiliki penghasilan fantastis. Bahkan bisa jauh lebih tinggi dari orang-orang yang memberi mereka uang.

Seperti cerita dari seorang kakek pengemis di Probolinggo, Jawa Timur, yang viral baru-baru ini. Kakek yang viral dengan aksinya menyawer biduan di atas panggung itu rupanya memiliki penghasilan yang fantastis. Bahkan saat diamankan pihak Satpol PP, kakek tersebut membeberkan sejumlah pengakuan yang tak kalah mengejutkan.

Sebelumnya, kakek pengemis itu viral lewat sebuah video yang menunjukkan dirinya tengah asyik berjoget di atas panggung dengan seorang biduan. Bahkan ia juga terlihat memberikan uang alias menyawer biduan tersebut. Video itu dibagikan oleh akun Instagram @andreli_48.

Akhirnya identitas kakek pengemis tersebut diketahui sebagai seorang pria berusia 58 tahun dengan inisial M. Ia merupakan warga Desa Alastengah, Kecamatan Besuk, Probolinggo, Jawa Timur. Setiap harinya, M biasa mangkal menjadi pengemis di lampu merah Kraksan Wentan, kecamatan Kraksaan, Probolinggo.


M akhirnya diamankan pihak Satpol PP Probolinggo pada Selasa (2/8) siang. M pun mengaku bahwa uang yang dipakai untuk menyawer biduan tersebut merupakan hasil dari mengemis. Tak hanya itu, M membuat pengakuan lain bahwa uang hasil mengemis itu juga ia manfaatkan untuk memberi pinjaman pada para tetangga hingga mendaftar haji.

"Memang hasil minta-minta ini saya gunakan untuk nyawer, tapi cuma sekali saya nyawer, selebihnya dipinjamkan dan daftar haji," ujar M melansir Tribunnews.com.

Fakta lain, M bisa mengumpulkan uang hingga Rp 500 ribu setiap harinya dari hasil mengemis. Uang hasil mengemis itu kemudian dia putar lagi dengan dipinjamkan ke para tetangga. Bahkan dia mencatan total ada Rp 60 juta yang ia hutangkan ke tetangganya.

M juga mengaku bahwa memiliki anak yang berprofesi sebagai seorang dosen. Kini pihak Satpol PP Probolinggo pun menurunkan tim untuk menyelidiki kebenaran dari sederet pengakuan M tersebut.

"Kami menurunkan tim untuk menyelidiki apakah pengakuan benar atau tidak," pungkas Budi Utomo selaku Pejabat Fungsional Ahli Muda Satpol PP Probolinggo, Rabu (3/8), mengutip Kompas.com.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts