Gunung Anak Krakatau Semakin Aktif, Erupsi 9 Kali Sejak 2 Agustus 2022-Terlihat Sinar Api
Nasional
Erupsi Anak Krakatau

Dalam beberapa hari terakhir, Gunung Anak Krakatau menunjukkan aktivitasnya. Di antaranya tercatat telah erupsi sebanyak 9 kali sejak 2 Agustus 2022, bahkan terlihat sinar api.

WowKeren - Gunung Anak Krakatau (GAK) tampaknya semakin menunjukkan aktivitasnya dalam beberapa hari terakhir ini. Sejak 2 Agustus 2022, diketahui bahwa GAK telah mengalami 9 kali erupsi, dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 1.500 meter dari atas puncak.

Sementara untuk erupsi terbaru terjadi pada Kamis (4/8) hari ini, sekitar pukul 09.26 WIB pagi tadi. Berdasarkan laporan petugas pos Pantau Gunung Anak Krakatau Pasauran, yang dilihat melalui CNNIndonesia.com ketinggian abu vulkanik tersebut mencapai sekitar 1.500 meter.

Selanjutnya, dalam laporan tersebut juga disampaikan bahwa kolom abu tebal berwarna kelabu hingga hitam mengarah ke Utara. Erupsi ini disebut memiliki kekuatan amplitudo maksimum 60 mm, berdurasi 52 detik dan tidak terdengar suara dentuman.

Satu hari sebelumnya, Gunung Anak Krakatau juga telah menunjukkan aktivitasnya, yang mana meletus sebanyak 3 kali. Erupsi gunung berapi di perairan Selat Sunda itu pertama kali terjadi pada pukul 15.40 WIB, dengan ketinggian 700 meter. Kemudian terlihat kolom abu berwarna kelabu, dengan intensitas tebal ke arah Barat Daya.


Kemudian saat erupsi lanjutan, Gunung Anak Krakatau tampak mengeluarkan api dan berlangsung selama 52 detik. Sementara untuk sepanjang Selasa (2/8), Gunung Anak Krakatau diketahui mengalami erupsi sebanyak 5 kali, salah satunya terpantau ada sinar api dari puncak gunung.

Sebagaimana diketahui, Gunung Anak Krakatau saat ini tengah berada dalam status Level III atau Siaga, dengan rekomendasi tidak mendekati badan gunung dalam radius 5 km.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau juga telah menunjukkan aktivitasnya. Pada 16 hingga 18 Juli 2022 lalu, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi sebanyak tujuh kali, dengan ketinggian antara 1.000 hingga 2.500 meter.

Mengetahui adanya aktivitas dari Gunung Anak Krakatau pada pertengahan Juli tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts