Komnas HAM Dapat Data Percakapan hingga Dokumen Digital dari 10 Hp Terkait Kasus Brigadir J
Nasional
Penembakan Brigadir J

Komas HAM mendapat data percakapan hingga foto dari 10 handphone yang diperiksa oleh Tim Siber Bareskrim Polri. Tak hanya itu, Komnas HAM juga mendapat raw material yang masih akan dianalisis.

WowKeren - Komnas HAM kembali menyampaikan update informasi temuan mereka terkait kasus kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo. Kali ini, Komnas HAM telah mendapatkan data percakapan dan dokumen digital lainnya dari Tim Siber Bareskrim Polri.

"Hari ini kami meminta keterangan dari Tim Siber dan juga Timsus terkait dengan komunikasi yang didapatkan melalui handphone," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara saat jumpa pers, Jumat (5/8).

Data percakapan dan dokumen digital tersebut didapat dari hasil pemeriksaan Tim Siber Bareskrip Polri setelah memeriksan 10 hanphone yang disita sebagai barang bukti. Sementara total ada 15 handphone yang berhasil dikumpulan Tim Siber untuk mengusuk kasus Brigadir J.

"Selama 4 jam lebih dan dimulai jam 09.00 WIB dan selesai jam 3. Kemudian data kemudian yang kami mau sampaikan sampai sejauh ini, Tim Siber sudah mengumpulkan 15 handphone, dan kemudian 10 handphone sudah diperiksa 5 handphone sedang dianalisa," ungkap Beka Ulung Hapsara.

"Terus kemudian apa saja kira-kira kami mintai keterangan terkait foto dokumen, kontak, percakapan chat dan dokumen digit lainnya. Kami juga ditujukan dokumen administrasi penyidikan," sambungnya.


Tak hanya data hasil pemeriksaan Tim Siber Bareskrim Polri, Beka Ulung menyebut pihak Komnas HAM juga mendapat material mentah. Bahan-bahan itu nantinya akan dianalisis sendiri oleh pihak Komnas HAM.

"Komnas HAM juga mendapatkan raw material jadi bahan-bahan dasar percakapan dan lain. Sebagainya yang akan kami analisa lebih lanjut," beber Beka Ulung.

Namun saat ini Komnas HAM masih belum bisa mengungkap siapa saja pemilik 10 handphone tersebut. Hal itu untuk kepentingan penyelidikan oleh pihak Komnas HAM.

Beka pun turut menjelaskan alasan pemanggilang Tim Siber kali ini bukan untuk meminta keterangan terkait uji balistik. Hal itu lantaran pihak Timsus mengaku mendapat perkembangan kasus dan meminta penundaan.

"Jadi bukan meminta keterangan terkait balistik. Kenapa kemudian bukan balistik karena dari Timsus meminta penundaan ada perkembangan baru silahkan tanya ke Timsus," pungkasnya.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts