Seribu Ton Minyak Goreng Bakal Digelontorkan Kemendag ke Maluku dan Papua
kemendag.go.id
Nasional

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkap rencana distribusi hingga seribu ton minyak goreng ke wilayah Maluku dan Papua. Nantinya, minyak goreng itu bakal didistribusikan dengan harga sesuai HET.

WowKeren - Polemik kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng kini sudah jarang terdengar kabarnya. Meski begitu, permasalahan tersebut tampaknya masih belum bisa teratasi seratus persen. Pemerintah melalui Kementerian Perdangan masih terus berupaya melakukan distribusi minyak goreng secara merata di berbagai daerah dengan harga yang terjangkau.

Terbaru, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengungkap rencana pendistribusian seribu ton minyak goreng curah ke Maluku dan Papua. Seribu ton minyak goreng curah itu nantinya akan didistribusikan sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) yang berlaku , Rp 14 ribu per liter.

“Harga minyak goreng sekarang sudah stabil. Tinggal Papua dan Maluku akan saya banjiri minyak goreng 1.000 ton sampai 3.000 ton untuk satu bulan,” ujar Mendag Zulkifli Hasan di Gudang Produksi minyak goreng milik PT Incasi Raya, Padang, Minggu (7/8), melansir Republika.co.id.

Mendag Zulkifli Hasan menjanjikan bahwa harga minyak goreng secara keseluruhan akan dijual dengan harga sesuai HET, yaitu Rp 14 ribu. Baik itu minyak goreng curah atau Minyakita.


“Nanti semuanya dijual Rp 14 ribu. Semuanya minyak curah dan Minyakita,” ungkap Menteri Perdagangan yang akrab disapa Zulhas tersebut.

Seperti diketahui, Minyakita adalah minyak goreng kemasan sederhana yang diproduksi lewat kerja ssma dengan pemerintah Indonesia. Sementara minyak curah merupakan minyak goreng yang dijual eceran di pasar-pasar.

Selain itu, Mendag Zulhas juga membahas mengenai harga TBS sawit yang jatuh terpuruk. Ia menyebut dapat instruksi dari Presiden Jokowi untuk mengamankan atau menstabilkan harga minyak goreng atau Crude Palm Oil (CPO). Kemendag sebelumnya telah menjanjikan adanya kenaikan harga TBS sawit dalam kurun waktu 3 bulan.

Mendag Zulhan mendapatkan laporan kalau saat ini di Riau dan Jambi harga kelapa sawit sudah di atas Rp 2 ribu. Di Riau harga sawit sudah Rp 2.134 per kilogram. Sementara di Jambi Rp 2.046 per kilogram.

"Nanti kalau Permenko sudah siap, harga TBS bisa di atas Rp 2.400, dan bisa naik lagi," pungkas Zulkifli Hasan.

(wk/amel)

You can share this post!

Artikel Terkait