Megawati Minta Ibu-Ibu Tak Tegang di Kickoff Percepatan Penurunan Stunting: Saya Enggak Makan Orang
Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga sempat menyinggung kasus Kopda Muslimin yang ketahuan melakukan percobaan pembunuhan terhadap istrinya sendiri.

WowKeren - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ditunjuk menjadi pembicara kunci dalam kickoff percepatan penurunan stunting di Jakarta pada Senin (8/8) hari ini. Acara tersebut digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Dalam kesempatan tersebut, Megawati meminta para hadir untuk tidak tegang mendengarnya memberi sambutan. Presiden ke-5 RI itu bahkan berkelakar dengan ibu-ibu yang hadir.

"Engga usah tegang ibu-ibu, kalau sama saya santai saja," kata Megawati. "Kadang-kadang ibu ngadep saya udah gemetar dulu, saya sampai bilang saya ini cantik loh. Enggak makan wong (orang) loh. Yang meriah kenapa sih."

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga berbicara mengenai banyak hal. Salah satunya adalah gembar-gembor Tanah Air menuju Indonesia Emas pada 2045 meski hingga kini masih ada banyak permasalahan seperti stunting.

"Tahun 2045 tahun emas bagi Indonesia, saya garuk-garuk kepala. Bayangkan, lho, ini masalah satu aja, lho (stunting). (Di Pati, misalnya) kekerasan seksual, anak dimatiin sendiri, perselingkuhan," ungkapnya.

Megawati bahkan menyinggung kasus Kopda Muslimin yang ketahuan melakukan percobaan pembunuhan terhadap istrinya sendiri. Belakangan, Kopda Muslimin ditemukan dalam kondisi tewas akibat bunuh diri.


"Kemarin itu apa ya, itu ya, suami nembak istrinya karena mau lari sama pacarnya gitu, ya," ujarnya. "Saya jadi ironis banget. Lha ngopo dicerai saja lak istrine wes ngono, haih. Kadang saya tuh mikir, yang salah tuh bapak-bapak apa ibu-ibu, ya."

Ia pun meminta para wanita untuk tidak lemah. Menurutnya, wanita di Indonesia harus berani dan mempunyai harga diri.

"Lha kalau kena KDRT, ya laporlah. Ibu-ibunya punya dong harga diri," ujarnya.

Selain itu, Megawati juga sempat curhat mengenai perundungan alias bully yang dialaminya terkait pernyataan soal ibu-ibu yang antre minyak goreng. Megawati mengungkapkan bahwa kala itu dirinya menyebut cara memasak makanan tidak hanya digoreng saja untuk menanggapi antrean panjang pembeli minyak goreng.

"Lha kok terus saya yang dibully tidak empati terhadap rakyat," ujarnya.

Sebagai Ketua Umum PDIP, Megawati mengaku sadar bahwa posisinya memang rawan perundungan. Namun ia menegaskan bahwa pernyataannya kala itu tidak bermaksud untuk menunjukkan sikap tak empati.

"Ya itu politiklah. Ya saya tahu bagiannya. Karena saya ketua umum partai kan, ini kan mau pemilu," tukasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts