Kadar Antibodi COVID-19 Penduduk Indonesia Meningkat 4 Kali Lipat, Ini Alasannya
Unsplash/Hadi Utama
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Adapun survei serologi ketiga ini dilakukan di 100 kabupaten/kota terpilih yang tersebar di 34 provinsi. Metode yang digunakan adalah kuesioner, pengambilan darah, hingga pemeriksaan ada tidaknya antibodi SARS-CoV-2 dan kadarnya.

WowKeren - Kadar antibodi penduduk Indonesia terhadap virus SARS- CoV-2 penyebab COVID-19 dilaporkan meningkat empat kali lipat. Hal ini tampak dari hasil survei serologi antibodi penduduk Indonesia ke-3 yang diumumkan oleh Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan dan Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI.

Menurut salah satu peneliti dari FKM UI, Iwan Ariawan, hasil survei serologi ketigaitu menunjukkan adanya peningkatan proporsi penduduk yang memiliki antibodi SARS-CoV-2. Dari 87,8 persen pada Desember 2021 menjadi 98,5 persen pada Juli 2022.

"Kadar antibodi penduduk Indonesia meningkat lebih dari empat kali lipat. Median kadarnya meningkat dari 444 unit per mililiter menjadi 2.097 unit per mililiter," ungkap Iwan, Kamis (11/8).

Adapun survei serologi ketiga ini dilakukan di 100 kabupaten/kota terpilih yang tersebar di 34 provinsi. Metode yang digunakan adalah kuesioner, pengambilan darah, hingga pemeriksaan ada tidaknya antibodi SARS-CoV-2 dan kadarnya.


Sementara itu, anggota tim peneliti FKMUI Muhammad N Farid menjelaskan bahwa peningkatan kadar antibodi yang ditunjukkan dalam hasil survei ini disebabkan salah satunya oleh vaksinasi COVID-19. Pada Desember 2021, warga yang belum divaksin proporsinya sekitar 30 persen, penduduk yang sudah divaksin dosis pertama 19 persen, penduduk yang sudah divaksin 2 dosis 50 persen, dan penduduk yang sudah booster baru 0,5 persen.

Sedangkan tahun ini, ada penurunan proporsi penduduk yang belum divaksin. Penduduk yang belum divaksin menurun menjadi 18,1 persen, dan penduduk yang sudah divaksin dosis pertama berkurang jadi 11,6 persen. Kemudian penduduk yang sudah divaksin dosis kedua meningkat jadi 47,7 persen, dan penduduk yang sudah booster pun meningkat jadi 22,6 persen.

Tak hanya vaksinasi, peningkatan kadar antibodi juga dipengaruhi oleh lebih banyak penduduk yang telah terinfeksi COVID-19. Pasalnya, infeksi dapat meningkatkan antibodi pasien. Meski begitu, kontribusi terbesarnya tetap dengan vaksinasi.

Di sisi lain, peneliti Pandu Riono juga menjelaskan bahwa melengkapi dosis vaksinasi hingga booster akan meningkatkan kadar antibodi. Hal itu berdampak pada angka keparahan pasien di rumah sakit dan angka kematian tidak meningkat tajam, melainkan landai atau malah menurun.

"Artinya kita perlu melengkapi vaksinasi sampai booster dan harus menjadi prioritas bersama antara pemerintah dan masyarakat," tukas Pandu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait