Presiden Korsel Ampuni Bos Samsung yang Terlibat Kasus Suap Demi Lawan 'Krisis Ekonomi'
AP Photo/Ahn Young-joon
Dunia

Adapun pengampunan khusus kepresidenan tersebut sebagian besar hanya bersifat simbolis, mengingat Wakil Ketua Samsung Electronics Lee Jae-yong sudah bebas bersyarat setelah menjalani 18 bulan penjara.

WowKeren - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol memberikan grasi atau pengampunan kepada Wakil Ketua Samsung Electronics Lee Jae-yong. Sebagai informasi, Lee menerima hukuman penjara karena menyuap mantan Presiden Park Geun-hye.

Adapun pengampunan tersebut sebagian besar hanya bersifat simbolis, mengingat Lee sudah bebas bersyarat pada Agustus 2021 lalu setelah menjalani 18 bulan penjara. Namun para analis mengatakan bahwa dengan diberikannya pengampunan khusus kepresidenan itu, Lee akan bisa melakukan kegiatan bisnis dengan lebih bebas dan dapat mendatangkan beberapa investasi besar dari Samsung.

Adapun Kementerian Kehakiman Korea Selatan mengatakan bahwa sang pemimpin bisnis diperlukan untuk membantu mengatasi "krisis ekonomi nasional". "Dengan kebutuhan mendesak untuk mengatasi krisis ekonomi nasional, kami dengan hati-hati memilih para pemimpin ekonomi yang memimpin mesin pertumbuhan nasional melalui investasi teknologi aktif dan penciptaan lapangan kerja untuk diampuni," ujar Menteri Kehakiman Han Dong Hoon dalam sebuah pengarahan.

Sementara itu, Lee yang merupakan pewaris Samsung menyambut baik keputusan tersebut. Ia pun berjanji akan bekerja keras untuk perekonomian nasional.


"Saya akan berkontribusi pada ekonomi dengan investasi berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja dan memberikan kembali salam rakyat dan pemerintah," ujar Lee dalam pernyataan yang dirilis oleh Samsung.

Lee sendiri sudah kembali menjadi pusat perhatian bahkan sebelum menerima pengampunan kepresidenan. Pada bulan Mei lalu, ia muncul bersama Presiden Yoon dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam kunjungan ke fasilitas produksi chip Pyeongtaek Samsung.

Tak hanya Lee, Presiden Yoon juga mengampuni Ketua Lotte Group Shin Dong-bin. Ia dijatuhi hukuman penjara 2,5 tahun atas tuduhan penyuapan.

"Kami dengan tulus berterima kasih atas keputusan pemerintah dan rakyat untuk memberikan pengampunan, dan Ketua Shin Dong-bin dan anggota staf di Lotte akan berkontribusi untuk mengatasi krisis global yang kompleks," demikian pernyataan Lotte.

Kedua konglomerat itu termasuk di antara sekitar 1.700 orang yang akan diampuni oleh Presiden Yoon pada Senin (15/8). Momen tersebut merupakan hari libur nasional yang merayakan pembebasan Korea dari pemerintahan kolonial Jepang pada akhir Perang Dunia II.

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait