Wanita yang Ancam Pegawai Alfamart Dengan UU ITE Buka Suara Soal Cokelat
pexels.com/Liana Horodetska
Nasional

Sebelumnya, wanita yang mengambil cokelat di Alfamart disebut sempat mengancam pegawai dengan UU ITE. Kini, pihaknya yang diwakili oleh kuasa hukumnya pun buka suara.

WowKeren - Belakangan, ramai soal wanita yang mengambil cokelat di minimarket Alfamart. Hal ini lantas menjadi perbincangan masyarakat luas.

Wanita yang disebut mengambil cokelat itu diketahui sempat mengancam akan melaporkan pegawai Alfamart yang telah memergokinya dengan UU ITE. Kini, pihak wanita tersebut yang diwakili oleh kuasa hukumnya memberikan penjelasan.

Menurut kuasa hukum wanita tersebut, yang bersangkutan tidak sadar bila cokelat itu ada di dalam tasnya. Kuasa hukumnya pun menyebut bahwa kliennya tidak tahu mengapa cokelat tersebut secara tiba-tiba ada di dalam tasnya.

"Kejadian ini sudah dua hari yang lalu, nah, ibu ini, pergi ke Alfamart, ibu membeli sesuatu," ujar kuasa hukum kepada detikcom, Senin (15/8). "Nah, ibu tanpa sadar pemikiran banyak ada beban banyak yang harus dia pikirkan, ibu tidak sadar cokelat itu ada masuk di dalam tasnya."

Kejadian tersebut lantas diketahui oleh pegawai Alfamart. Menurut kuasa hukum wanita yang mengambil cokelat, kliennya kaget lantaran direkam oleh pegawai Alfamart tersebut.

"Nah, dari situ ibu kaget. Ibu kaget ini 'kenapa kamu video saya?' Petugas Alfamart ini bilang 'Ibu ambil cokelat, oh ini tiga ini, iya' Nah ibu masuk lah ke dalam Alfamart," jelas kuasa hukum.


Selanjutnya, kuasa hukum wanita tersebut menuturkan kliennya itu kemudian membayar cokelat yang terbawa ke dalam tasnya, namun tidak membawa pulang cokelatnya. Adapun yang dibayar oleh wanita tersebut adalah sekitar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu.

Lalu kuasa hukum mengatakan bahwa wanita tersebut mengira urusan cokelat dengan pegawai Alfamart itu selesai. Namun keesokan harinya, kliennya dan anaknya melihat di TikTok, perkara tersebut menjadi viral.

Kemudian, anaknya disebut pergi ke Alfamart, untuk menemui pegawai yang menyebarkan video tersebut. "Namun anak ini yang menyebarkan nanti sore baru masuk siang, kembali lah lagi mereka ke toko," beber kuasa hukum.

Kuasa hukum mengatakan kemudian pihaknya dihubungi untuk meminta bantuan agar video tersebut di-take down karena permasalahannya dinilai sudah selesai. Mereka bahkan mendatangi pegawai Alfamart tersebut untuk meminta klarifikasi.

"Ke sana lah kami, Alhamdulillah anak itu kami bertemu dan responsnya juga bagus, langsung kami masuk ke dalam ruangan," terang kuasa hukum. "Dalam ruangan itu kami hampir setengah jam membuat kesepakatan bahwa urusan ini sudah selesai, tolong dong diberikan video klarifikasi dan supaya adik sampaikan ke grup Alfamart juga bahwa urusan ini sudah diatur dalam kekeluargaan dan sudah selesai."

Kuasa hukum wanita tersebut lantas menyebut bahwa video yang tersebar itu merugikan kliennya lantaran urusannya sudah selesai. Pihaknya pun menegaskan bahwa kedatangannya itu untuk meminta klarifikasi, bukan mengintimidasi.

(wk/tiar)

You can share this post!

Artikel Terkait