5 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 Jelang HUT RI ke-77, Ada yang Berprofesi Pengecer Kerupuk
Nasional

Kelima terduga teroris yang berasal dari jaringan berbeda-beda itu ditangkap di beberapa wilayah Indonesia pada Selasa (16/8), atau sehari sebelum peringatan HUT RI ke-77.

WowKeren - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil menangkap lima orang terduga teroris di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (16/8). Kelima terduga teroris yang berasal dari jaringan berbeda-beda itu ditangkap sehari sebelum HUT RI ke-77 pada Rabu (17/8).

"Pada hari ini telah dilakukan penindakan dan penangkapan pelaku tindak pidana terorisme di wilayah DKI Jakarta, Sumatera Selatan, dan Jambi," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, pada Selasa malam.

Di wilayah DKI Jakarta, ada dua terduga teroris yang ditangkap. Salah satunya berinisial AS dan diduga memiliki hubungan internasional dengan Jamaah Islamiah (JI). Sedangkan satu orang lainnya yang berinisial EF diduga terlibat dalam tindak pidana terorisme sebagai koordinator daerah teritorial kelompok teroris JI di wilayah Jabodetabek.

"Saudara AS, keterlibatan Hubungan Internasional Jamaah Islamiyah," tutur Ramadhan. ""Saudara EF, keterlibatan koordinator daerah teritorial Jamaah Islamiah wilayah Jabodetabek."

Kemudian, Densus 88 juga menangkap seorang terduga teroris berinisial WH di wilayah Sumatera Selatan. Ia diduga terlibat tindak pidana terorisme sebagai pemilik akun Basyira Media pendukung kelompok teroris Anshor Daulah (AD).


Selain itu, ada dua terduga teroris lain yang ditangkap di wilayah Jambi. Keduanya berinisial MR dan DS, serta terafiliasi dengan AD.

"Keterlibatan memfasilitasi camp uzlah di Jambi dan Aceh terafiliasi Anshor Daulah," terang Ramadhan.

Sementara itu, salah satu terduga teroris yang ditangkap di Jambi diketahui sehari-hari berprofesi sebagai pengecer kerupuk. Hal ini diungkapkan oleh Ketua RT setempat yang bernama Dadang.

"Dia (terduga teroris) berinisial R adalah warganya. Kalau setiap hari profesinya sebagai pengecer kerupuk," tutur Dadang.

Menurutnya, petugas membawa tas yang diduga berisi sejumlah barang bukti saat melakukan penggeledahan. "Ada dua tas yang dibawa. Petugas ada menemukan beberapa barang bukti, seperti buku-buku yang diduga mengandung ajaran jihad dan beberapa busur panah," tukasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Artikel Terkait