Upacara di Tengah Lumpur Hingga Seorang Satpam Panjat Tiang Bendera, Berikut Kemeriahan HUT RI-77
Pixabay/mufidpwt
Nasional
HUT RI Ke-77

Berbagai peristiwa tak terduga mewarnai momen upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77, Rabu (17/8) kemarin. Mulai dari bendera merah putih yang gagal berkibar hingga upacara batal digelar.

WowKeren - Momen peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 kemarin, Rabu (17/8) diwarnai dengan sejumlah peristiwa di berbagai daerah di Tanah Air. Mulai dari peristiwa haru, gembira, hingga yang tak terduga.

Momen-momen upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 yang mencuri perhatian itu pun dibagikan di media sosial. Mulai dari bendera merah putih yang gagal dikibarkan, Paskibraka yang bertugas dalam kondisi lapangan berlumpur, hingga aksi panjat tiang bendera.

Aksi panjat tiang bendera terjadi di dua lokasi berbeda. Hal itu terjadi di NTB dan Jawa Barat.

Melansir Kompas.com, aksi pertama dilakukan Zulkarnaen (37), satpam dari Puskesmas Keruak, Kecematan Keruak, Lombok Timur, NTB. Ia nekat memanjat tiang bedera setinggi 15 meter itu untuk mengambil tali yang sempat terlepas. Atas aksinya itu, Zulkarnaen mendapatkan apresiasi uang sebesar Rp 770 ribu.

Kasus kedua terjadi di Kecamatan Jayakerta, Kawarang, Jawa Barat. Tali tiang tersangkut sehingga bendera sulit dikibarkan. Ikut menyaksikan peristiwa itu, Saepulloh (36) petani dari Desa Jayamakmur langung memanjat tiang bendera. Aksinya viral di media sosial.


Sementara di Solo, bendera Merah Putih gagal berkibar dalam upacara HUT RI yang dihadiri oleh Wali Kota Gibran Rakabuming. Kegagalan itu terjadi karena pengait tali yang rusak karena patah.

Sementara kegagalan upacara penurunan bendera Merah Putih dalam peringatan HUT RI ke-77 terjadi di Tangerang. Upacara penurunan bendera batal digelar karena lapangan tergenang air dan tiang bendera patah.

"Di Kecamatan Larangan terpaksa batal melangsungkan upacara karena lapangan Stadion Larangan Indah yang kembali tergenang air cukup tinggi, karena hujan deras kembali melanda wilayahnya. Serta patahnya tiang bendera sehingga kondisi kian tidak memungkinkan," kata Camat Larangan Kota Tangerang, Gunawan di Tangerang Rabu (17/8), melansir CNNIndonesia.com.

Sebelumnya, Paskibraka di Kecamatan Larangan sempat membuat publik merinding dan haru karena masih tetap melaksanakan upacara pengibaran bendera di tengah kondisi lapangan berlumpur tergenang air hujan. Video aksi para Paskibraka di Kecamatan Larangan itu pun juga viral di media sosial.

Dalam video yang tersebar di media sosial, tampak para Paskibraka tetap tertib dan disiplin dalam menjalankan tugas mereka. Paskibraka itu pun akhirnya berhasil mengibarkan bendera merah putih meski kondisi baju putih mereka penuh cipratan air lumpur.

(wk/amel)

You can share this post!

Artikel Terkait