Viral Tim Paskibraka Joget di Tengah Lapangan Usai Upacara HUT RI, Camat Cabangbungin Buka Suara
Instagram/gue_cikarang
Nasional
HUT RI Ke-77

Dalam video yang viral di media sosial, tim Paskibraka yang masih mengenakan seragam lengkap tersebut tampak asyik berjoget di tengah lapangan dekat tiang bendera.

WowKeren - Momen peringatan HUT RI ke-77 diwarnai oleh sejumlah kejadian unik hingga mengejutkan. Salah satunya adalah aksi tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang sempat berjoget di tengah lapangan usai Upacara HUT RI ke-77.

Dalam video yang viral di media sosial, tim Paskibraka yang masih mengenakan seragam lengkap tersebut tampak asyik berjoget di tengah lapangan dekat tiang bendera. Tampak para peserta upacara juga masih berada di lokasi kala tim Paskibraka berjoget.

Banyak warganet yang mengkritik aksi tim Paskibraka tersebut karena menilainya kurang pantas. Peristiwa itu diketahui terjadi di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Camat Cabangbungin, Asep Buhori, lantas buka suara mengenai tim Paskibraka tersebut. Menurutnya, aksi joget itu terjadi di momen ramah tamah saat rangkaian upacara sudah selesai dilaksanakan.

"Intinya itu kan memang di luar rangkaian kegiatan, karena memang rangkaian kegiatan itu sudah selesai," ungkap Asep, Kamis (18/8).


Asep menjelaskan bahwa anggota tim Paskibraka tingkat Kecamatan Cabangbungin digawangi oleh pelajar tingkat menengah atas. Asep menilai aksi joget tersebut merupakan cara mereka mengekspresikan kegembiraan.

"Mungkin kalau dilihat cuplikan sepotong mah kayaknya memang enggak bagus. Tapi itu di luar rangkaian kegiatan upacara. Upacara sudah selesai," papar Asep.

"Tidak menyalahkan siapa-siapa. Mungkin ini euforia anak muda. Mungkin kan enggak bisa ditahan karena rasa senangnya itu," tambahnya.

Meski begitu, Asep mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan pembinaan terhadap anggota Paskibraka yang melakukan aksi joget itu. Menurutnya, pembinaan dilakukan supaya mental para remaja tersebut tak terganggu oleh aksi yang telah mereka lakukan.

"Kami lakukan pembinaan saja, kami kan berpikir psikis mereka. Masih usia-usia muda," ujar Asep kepada Kompas.com.

"Ya jangan sampai kejiwaannya terganggu, karena kan mereka masih panjang pendidikannya. Mereka juga sudah berjasa menaikkan bendera, kalau kami tegur secara keras, itu juga tidak baik dampaknya," tambahnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Artikel Terkait