Pemerintah Percepat Konversi Motor   BBM ke Listrik, Bakal Ada Subsidi?
esdm.go.id
Nasional
Kendaraan BBM vs Listrik

Menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, penggunaan sepeda motor listrik jauh lebih hemat dibandingkan motor yang menggunakan BBM. Arifin memaparkan bahwa di Indonesia saat ini ada sekitar 120 juta unit sepeda motor.

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mempercepat program konversi kendaraan bermotor BBM menjadi kendaraan bermotor listrik. Program tersebut diharapkan bisa memberi dampak yang sangat signifikan, baik dari segi efisiensi maupun pengelolaan lingkungan.

Menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, penggunaan sepeda motor listrik jauh lebih hemat dibandingkan motor yang menggunakan BBM. Arifin memaparkan bahwa di Indonesia saat ini ada sekitar 120 juta unit sepeda motor.

"Jika per satu motor menggunakan BBM 0,34 liter per hari dikalikan dengan 120 juta itu sama dengan 700 ribu barel crude yang digunakan," bebernya, Senin (19/9). "Tetapi jika menggunakan motor listrik dia cuma isi ulang daya baterai saja. Nah jika per liter BBM (harga lama) Rp 7.650 per liter itu akan terkumpul biaya untuk pembelian BBM sebesar Rp 2,3 juta rupiah untuk membeli BBM. Tetapi jika menggunakan motor listrik dia cuma mengeluarkan uang sebesar Rp 585.000."

Tak hanya menjadi penghematan bagi masyarakat, pemakaian motor listrik juga disebutnya akan mengurangi devisa impor BBM atau Crude. "Jika semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan motor listrik maka diperkirakan Menteri, Indonesia akan menjadi cikal bakal Indonesia membangun industri otomotifnya sendiri," lanjutnya.


Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan bahwa biaya untuk melakukan konversi sepeda motor BBM ke listrik saat ini masih cukup tinggi, yaitu sekitar Rp 15 juta. Oleh sebab itu, Menhub Budi bersama kementerian/lembaga dan unsur terkait kini tengah mengupayakan adanya subsidi untuk melakukan konversi dari kendaraan BBM ke listrik, khususnya untuk sepeda motor.

"Dari pemerintah daerah juga bisa menginisiasi untuk mengalihkan anggaran yang kurang produktif, agar dialihkan untuk memberikan subsidi biaya konversi ke kendaraan listrik," ungkap Menhub Budi, Selasa (20/9).

Apabila permintaan terus meningkat dan bengkel-bengkel yang mampu melayani konversi bertambah, maka biaya untuk melakukan konversi sepeda motor BBM ke listrik diharapkan akan semakin kompetitif. Selain itu, Kemenhub juga mempercepat konversi motor listrik dengan menerapkan biaya uji tipe yang lebih murah untuk kendaraan listrik dibandingkan dengan kendaraan yang memakai BBM.

Biaya uji tipe sepeda motor listrik hanya mencapai Rp 4,5 juta, jauh lebih murah dibandingkan motor BBM yang mencapai Rp 9,5 juta. Menhub sendiri mengupayakan agar uji tipe bisa digratiskan ke depannya.

Uji tipe juga diupayakan tak hanya bisa dilakukan oleh Kemenhub, namun juga oleh bengkel umum yang telah tersertifikasi. "Saat ini sudah berjalan untuk mendidik bengkel-bengkel tertentu untuk melakukan uji tipe," tukasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts