Konversi Motor BBM ke Listrik Dipercepat, Banyak Bengkel Umum Ajukan Pelatihan
Unsplash/JavyGo
Nasional
Kendaraan BBM vs Listrik

Di tengah kenaikan harga BBM, pemerintah diketahui berkomitmen mempercepat program konversi kendaraan bermotor BBM menjadi kendaraan listrik. Hal ini tampaknya berdampak pada bengkel umum.

WowKeren - Pemerintah Indonesia saat ini diketahui telah berkomitmen untuk mempercepat program konversi kendaraan bermotor BBM menjadi kendaraan bermotor listrik. Hal ini dinilai perlu dilakukan dengan harapan bisa memberi dampak yang sangat signifikan, baik dari segi efisiensi maupun pengelolaan lingkungan.

Atas hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa saat ini sedikitnya ada 40 bengkel umum yang mengajukan pelatihan agar bisa menjadi bengkel konversi kendaraan bermotor listrik. Jumlah ini diketahui merupakan akumulasi dari semua wilayah dan dipercaya akan terus bertambah seiring sosialisasi, kebijakan pemerintah, serta waktu yang berjalan.

"Kini program motor listrik memang masih dalam skala pilot project, tapi dalam program pilot project ini pula kita sudah memiliki empat bengkel konversi yang tersertifikasi," ujar Arifin dalam keterangan resmi, Selasa (20/9).

Lebih lanjut, Arifin mengatakan bahwa dengan adanya program tersebut, dinilai akan menumbuhkan kegiatan ekonomi baru, perakitan yang dilakukan oleh bengkel-bengkel service tentunya juga akan memerlukan tenaga kerja baru dan perputaran roda ekonomi.


"Bayangkan saja ada 120 juta motor kali Rp10 juta, hitung-hitung kurang lebih ada sekitar Rp10 triliun aktivitas untuk mengkonversi termasuk juga pemasangan-pemasangannya," terang Arifin.

Sebagaimana diketahui, program konversi motor BBM ke listrik itu sendiri merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 terkait dengan Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Di samping itu, kata Arifin, selain meningkatkan efisiensi dan konservasi energi melalui peralihan pemakaian BBM menjadi listrik, program tersebut juga bertujuan untuk transportasi jalan membawa kontribusi besar dalam perbaikan pengelolaan lingkungan.

Arifin lantas menerangkan berdasarkan data milik Kementerian ESDM, dampak dari mengkonversi 6 juta motor BBM ke listrik itu bisa mengurangi BBM sebanyak 12,8 juta barel/tahun. Lalu juga penurunan emisi CO2 sebesar 3,9 juta Ton CO2, serta peningkatan konsumsi listrik sebesar 2,4 TWh/tahun s (SF).

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts