Isu Konversi Gas LPG ke Kompor Listrik Santer Beredar, Diterapkan di Tahun 2022?
Pixabay
Nasional
Kompor Gas vs Kompor Listrik

Belakangan ini, masyarakat menyoroti isu terkait rencana pemerintah yang akan mengkonversi kompor gas LPG ke kompor listrik. Menko Perekonomian pun menggelar konferensi pers terkait isu ini.

WowKeren - Pemerintah Indonesia saat ini diketahui tengah berencana untuk melakukan konversi kompor LPG ke kompor listrik. Isu ini pun semakin santer terdengar belakangan ini.

Mengenai isu tersebut, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa program konversi gas LPG 3 kg ke kompor listrik induksi belum berlaku di tahun 2022 ini. Menurutnya, hal ini diputuskan setelah pemerintah melihat langsung kondisi di lapangan.

"Setelah melihat langsung kondisi di lapangan terkait konversi kompor LPG 3 kg menjadi kompor listrik induksi, dapat saya sampaikan bahwa pemerintah belum memutuskan terkait program konversi LPG 3 kg menjadi kompor listrik induksi," ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (23/9).

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa program tersebut tidak akan diberlakukan di tahun 2022 ini. "Namun dapat dipastikan bahwa program ini tidak akan diberlakukan di tahun 2022," ungkap Airlangga.


Airlangga menuturkan bahwa hingga saat ini pembahasan anggaran dengan DPR terkait program tersebut belum dibicarakan. Maknanya adalah belum ada persetujuan terkait hal tersebut dari DPR.

Di sisi lain, Airlangga menambahkan bahwa program konversi kompor LPG ke kompor listrik itu masih dalam tahap uji coba atau prototipe sebanyak 2 ribu unit. Sementara itu, pemerintah sendiri diketahui juga berencana membagikan sebanyak 300 ribu kompor listrik.

Menurut Airlangga, uji coba tersebut dilaksanakan di Bali dan Solo. Nantinya, dari hasil uji coba ini akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan untuk keputusan ke depannya.

Dalam uji coba tersebut, kata Airlangga, pemerintah akan menghitung dengan cermat segala biaya dan risiko, memperhatikan kepentingan masyarakat, serta mensosialisasikan kepada masyarakat sebelum diberlakukan. Dengan begitu, diharapkan nantinya rencana program konversi ke kompor listrik itu bisa berjalan dengan lancar ke depannya.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts