Guru Besar FKKMK UGM Meninggal Tergulung Ombak, Rektor Beber Detik-Detik Kejadian
pexels.com/Luca Nardone
Nasional

Insiden naas yang menimpa Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) itu terjadi pada Sabtu (24/9) hari ini.

WowKeren - Kabar duka datang dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Guru Besar FKKMK UGM yang diketahui identitasnya sebagai Prof Samekto Wibowo (78) dilaporkan meninggal dunia setelah sempat tenggelam di perairan Pantai Pulang Sawal, Tepus, Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Mengenai kejadian naas itu, Rektor UGM, Ova Emilia menyampaikan bahwa Samekto tenggelam usai tergulung ombak besar kala tengah berfoto di area pinggir pantai. "Iya, memang betul, jadi sedang reuni sejak semalam," ujar Ova kepada wartawan, Sabtu (24/9).

"Nah, lagi foto-foto, terus kemudian ada ombak, beliau jatuh katanya. Jadi telungkup gitu, terus ada ombak lagi keseret belum sempat bangun," terang Ova.

Lebih lanjut, Ova menuturkan bahwa jenazah Samekto saat ini tengah berada di RSUD Wonosari. Menurutnya, belum ada keputusan mengenai rencana pemakaman Samekto.

Ova kemudian menambahkan Samekto merupakan sosok yang baik dan penyabar. Selain itu, ia juga menyebut bahwa dirinya cukup dekat dengan mendiang Samekto saat satu kolega di satu fakultas.


"Beliau orang yang sangat baik, kebetulan saya sangat dekat. Orangnya sabar dan kalau misalnya ngajarin itu sabar banget, dan orangnya tidak neko-neko," ungkap Ova. "Kita sangat kehilangan, beliau sangat ngopeni dengan yang muda-muda dan memberikan kesempatan yang baik."

Di sisi lain, Surisdiyanto selaku Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Kabupaten Gunungkidul mengatakan bahwa Samekto berfoto-foto di bawah tebing. Menurutnya, petugas juga sempat memberikan imbauan, namun tidak dihiraukan hingga akhirnya terseret ombak.

"Korban mengalami pingsan dan mulut berbusa, diduga terlalu banyak minum air, dikarenakan kondisi korban semakin melemah, korban dibawa ke Puskesmas Tepus," beber Surisdiyanto.

Sementara berdasarkan keterangan Koordinator SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Marjono, korban bersama beberapa rekan-rekannya berfoto di sekitar bawah tebing Pantai Sawal sekitar pukul 11.00 WIB. "Sudah berkali-kali petugas mengimbau agar menepi, tetapi tidak dihiraukan," ungkapnya.

Marjono kemudian mengatakan bahwa Samekto terhantam gelombang besar dan terseret ke tengah perairan. Saat petugas Satlinmas mengetahui kejadian tersebut, langsung mengevakuasi korban ke pinggir pantai.

"Namun korban mengalami henti nafas dalam perjalanan menuju Puskesmas Tepus, selanjutnya jenazah dibawa ke ruang jenazah RSUD Wonosari," tandas Marjono.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait