Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo Ternyata Berasal dari Paket Bahan Petasan, Ini Asal-Usulnya
Pxhere
Nasional

Satu anggota polisi bernama Bripka Dirgantara Pradipta Sukoco menjadi korban luka imbas insiden ledakan pada Minggu (25/9) dan masih dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo hingga Senin (26/9) hari ini.

WowKeren - Asrama Polisi alias Aspol Arumbara di Kabupaten Sukoharjo dihebohkan oleh insiden ledakan pada Minggu (25/9). Satu anggota polisi bernama Bripka Dirgantara Pradipta Sukoco menjadi korban luka imbas insiden tersebut dan masih dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo hingga Senin (26/9) hari ini.

Menurut kronologi yang diterima Mabes Polri, saksi di sekitar tempat kejadian tiba-tiba mendengar ledakan dari arah asrama yang membuat jendela bergetar. Saksi dan para tetangga asrama keluar rumah dan melihat korban telah tergeletak berlumuran darah. Bripka Dirgantara kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit.

Kekinian, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan bahwa ledakan tersebut tidak berkaitan dengan aksi terorisme. Berdasarkan hasil pemeriksaan, barang yang meledak tersebut merupakan paket berisi bubuk petasan yang dikirim pada 22 April 2021.

Paket tersebut merupakan hasil sitaan operasi anggota Polres Surakarta pada 2021. Barang bukti tersebut diamankan kala polisi mencokok dua orang warga yang tengah melakukan jual beli 2 kilogram bubuk petasan di Boyolali.


Adapun Mapolres Surakarta kala itu tengah dalam proses pembangunan. Oleh sebab itu, korban diduga membawa pulang barang bukti untuk diamankan hingga akhirnya meledak pada hari Minggu kemarin.

"Hasil analisa sementara, Polresta Solo kan dilakukan pembangunan sejak 2021, mungkin anggota inisiatif bawa pulang. Polres kan pindah dari lama ke baru," ungkap Luthfi di Mapolda Jateng pada Senin. "Inisiatif bawa terus kelingan ana bb diobong mbledos (ingat ada barang bukti dibakar meledak). Ini mungkin ya, karena belum diperiksa."

Meski begitu, unsur kelalaian dari pihak korban masih belum bisa dipastikan. Mengingat korban saat ini masih menjalani perawatan intensif.

"Apakah itu ada unsur kelalaianya, apakah anggota salah prosedur dan sebagainya. (Diketahui) setelah anggota dilakukan pemeriksaan karena yang bersangkutan masih di rumah sakit," tukasnya.

Luthfi lantas meminta masyarakat untuk tidak panik terkait insiden ledakan tersebut. Ia kembali menegaskan bahwa benda yang meledak hanyalah bahan petasan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait