Sri Mulyani Serukan Slogan Partai NasDem dan Demokrat Hingga Hebohkan Rapat DPR RI
Instagram/smindrawati
Nasional

Di sisi lain, Sri Mulyani membawa kabar buruk terkait kondisi ekonomi di tahun 2023. Wilayah seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa bahkan disebutnya berpotensi mengalami resesi tahun depan.

WowKeren - Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis (29/9) hari ini sempat dihebohkan oleh seruan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Bagaimana tidak, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut tiba-tiba menyerukan slogan Partai NasDem dan Partai Demokrat.

Awalnya, Sri Mulyani menyampaikan laporan soal Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun anggaran 2023. Setelah berpidato selama sekitar 30 menit, Sri Mulyani pun menutup penyampainnya dengan salam penutup.

"Wassalamualaikum. Om santi santi Om. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Merdeka," ujar Sri Mulyani.

Para anggota dewan yang mengikuti rapat tersebut pun terdengar membalas seruan "Merdeka" Sri Mulyani. "Merdeka!" sahut para anggota dewan.

Tak berhenti sampai di situ, Sri Mulyani kemudian menyerukan slogan Partai NasDem, yakni Salam Restorasi. Setelah itu, Sri Mulyani juga menyerukan slogan Partai Demokrat.


"Salam Restorasi! Demokrat bersama rakyat!" lanjut Sri Mulyani.

Seruan Sri Mulyani tersebut disambut meriah oleh para anggota dewan dari Fraksi Demokrat. Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Hinca Pandjaitan bahkan tampak mengangkat kepalan tangan mereka.

Di sisi lain, Sri Mulyani membawa kabar buruk terkait kondisi ekonomi di tahun 2023. Menurutnya, suku bunga yang tinggi di berbagai negara berpotensi mempengaruhi kinerja ekonomi global terkoreksi ke bawah sehingga dapat menciptakan stagflasi.

"Kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi berpotensi mempengaruhi kinerja ekonomi global 2023 yaitu potensi koreksi ke bawah. Inflasi yang meningkat dan pertumbuhan ekonomi yang melambat dapat menciptakan situasi stagflasi," papar Sri Mulyani dalam rapat paripurna hari ini.

Adapun stagflasi merupakan situasi dimana pertumbuhan ekonomi melambat dan disertai dengan inflasi alias kenaikan harga. Wilayah seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa bahkan disebutnya berpotensi mengalami resesi tahun depan.

"Negara maju seperti AS dan Eropa yang juga merupakan penggerak perekonomian dunia berpotensi mengalami resesi pada 2023," ungkap Sri Mulyani'

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait