Direktur LIB dan PSSI Jatim Diperiksa Polisi, Komnas HAM Sebut Ada Kekerasan di Tragedi Kanjuruhan
AFP
Nasional
Tragedi Kanjuruhan

Imbas dari Tragedi Kanjuruhan, polisi pun memanggil sejumlah pihak untuk diperiksa. Di samping itu, Komnas HAM juga turut melakukan investigasi atas terjadinya insiden yang menewaskan ratusan orang itu.

WowKeren - Dunia sepak bola Indonesia saat ini tengah berduka, di mana terjadi sebuah tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan setidaknya 125 orang pada Sabtu (1/10) lalu. Mereka diketahui merupakan suporter tim bola Arema FC atau biasa disebut sebagai Aremania.

Atas insiden tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut bahwa kepolisian akan memeriksa sejumlah pihak untuk melakukan investigasi Tragedi Kanjuruhan. Sebagaimana diketahui, tragedi ini berlangsung usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya.

Pihak yang dijadwalkan untuk diperiksa pada Senin (3/10) hari ini adalah panitia pelaksana dari Arema FC, Direktur PT Liga Indonesia (LIB), hingga Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Timur.

"Tim investigasi Polri dari Bareskrim akan memeriksa beberapa saksi dari Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ketua PSSI Jatim, Ketua Panpel dari Arema, Kadispora Prov Jatim, dimintai keterangan oleh tim penyidik hari ini," ujar Dedi di Malang, Senin (3/10).

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya diketahui telah menerjunkan enam tim Mabes Polri untuk melakukan investigasi Tragedi Kanjuruhan. Keenam tim tersebut terdiri dari unsur Bareskrim, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis).


Sementara itu, mengenai Tragedi Kanjuruhan, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut adanya indikasi terjadinya pelanggaran HAM. Menurut Komnas HAM, bahkan ada kekerasan yang memang terjadi saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jatim.

"Beberapa informasi yang kami dapatkan, kekerasan memang terjadi," ujar anggota Komnas HAM, Choirul Anam dalam konferensi pers di kantor manajemen Arem FC di Kota Malang, Senin (3/10).

Anam kemudian menuturkan bahwa beberapa kekerasan yang terbukti dalam insiden tersebut adalah tendangan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap suporter. Tidak hanya itu, menurutnya, ketika suporter Arema sedang berjalan kaki di pinggir lapangan, kekerasan masih dilakukan oleh aparat keamanan.

"Ditendang, kena kungfu di lapangan. Nah itu tidak hanya Komnas HAM yang melihat, tapi semua juga bisa lihat," terang Anam.

Anam lantas menyampaikan bahwa saat ini Komnas HAM tengah menelusuri dan melihat kondisi Stadion Kanjuruhan Malang. Hal ini bertujuan untuk memastikan apa yang terjadi dalam kerusuhan yang telah menewaskan 125 orang itu, termasuk 2 anggota polisi.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait