Polisi Rangkul Bonek dan Aremania, Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
AP Photo/Hendra Permana
Nasional
Tragedi Kanjuruhan

Di Bondowoso, Aremania dan Bonek duduk bersama untuk mendoakan rekan-rekan mereka yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan. Doa bersama itu difasilitasi oleh pihak kepolisian.

WowKeren - Suporter Arema FC dan Persebaya menjadi korban dari tragedi kerusuhan Kanjuruhan, Sabtu (1/10) malam lalu. Fans dari kedua kubu, Aremania dan Bonek pun diketahui telah sejak lama menjadi rival dalam urusan mendukung klub bola favorit mereka. Namun, kini kedua kubu fans sepak bola itu melebur untuk bersama-sama mendoakan rekan-rekan mereka yang jadi korban di tragedi Kanjuruhan.

Kebersamaan Aremania dan Bonek itu difasilitasi oleh pihak kepolisian. Tepatnya di Bondowoso, polisi menggelar doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan dengan mengajak Bonek dan Aremania.

"Kita semua sangat prihatin dan turut berduka cita yang sedalam dalamnya atas musibah sekaligus bencana tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter. Para korban juga banyak yang berasal dari luar kota Malang," ungkap AKBP Wimboko selaku Kapolres Bondowoso, di sela acara doa bersama di Mapolres Bondowoso, Senin (03/10) sore.

AKBP Wimboko berharap peristiwa serupa tidak akan terjadi lagi di masa depan. Karena itu, dalam kesmpatan tersebut, Wimboko juga mengimbau dan berpesan kepada para supporter sepak bola untuk tidak mudah terpancing amarah apalagi hingga bertindak anarkis.


"Semoga tragedi ini tidak akan terulang kembali, dan mari kita bersama-sama saling menjaga diri untuk tidak terpancing yang berakibat merugikan diri kita bahkan orang lain," ujar AKBP Wimboko.

Terakhir, Wimboko juga turut menyampaikan belasungkawa kepada dua rekan polisi yang ikut jadi korban meninggal dunia di kerusuhan tersebut. "Termasuk ada juga rekan kita, dua orang polisi yang sedang bertugas yang menjadi korban jiwa," pungkasnya Wimboko.

Sementara itu, hingga saat ini pihak kepolisian juga tengah menyelidiki kasus kerusuhan tersebut. Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) juga telah dibentuk dan mulai bekerja untuk menyelidiki tragedi kerusuhan Kanjuruhan.

Terbaru, sejumlah aparat kepolisian juga ikut menerima sanksi imbas kasus kerusuhan tersebut. Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, dicopot dari jabatannya. Selain itu, 9 orang Komandan Brimob Polda Jatim juga dinonaktifkan.

(wk/amel)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait