Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang Dicopot-9 Komandan Brimob Dinonaktifkan
Nasional
Tragedi Kanjuruhan

Kapolres Malang hingga sejumlah Komandan Brimob Polda Jawa Timur sebagai buntut dari tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10) lalu. Hingga kini pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus kerusuhan tersebut.

WowKeren - Tragedi Kanjuruhan tampaknya semakin menambah daftar kelam dunia sepak bola Indonesia. Bahkan mata dunia kini juga ikut tertuju pada tragedi yang dilaporkan menewaskan setidaknya 120 nyawa tersebut. Alhasil, sejumlah pihak yang ikut bertanggungjawab atas kejadian itu pun juga harus menanggung akibatnya, termasuk aparat kepolisian.

Pertama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutuskan untuk mencopot Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat dari jabatannya. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kadiv Humas Porli, Irjen Dedi Prasetyo, Senin (3/10). Selanjutnya, tugas AKBP Ferli diserahkan kepada Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Putu Kholis.

"Kapolri memutuskan menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dimutasi sebagai Pamen SDM Polri," ujar Irjen Dedi Prasetyo.

Selain Kapolres Malang, sejumlah Komandan Brimob Polda Jatim (Jawa Timur) juga dinonaktifkan dan digansi buntut dari tragedi kerusuhan Kanjuruhan. Tepatnya, ada 9 orang Komandan Brimob Polda Jatim yang dinonaktifkan.

"Kapolda Jatim menonaktifkan Danyon [komandan batalyon], Danki [komandan kompi], Danton [komandan pleton] Brimob sebanyak sembilan orang," ungkap Irjen Dedi Prasetyo.

Berikut daftar anggota Brimob yang dinonaktifkan:

1. Komandan Batalyon AKBP Agus Waluyo

2. Komandan Kompi AKP HAsdadarmawan

3. Komandan Peleton Aiptu Solikin


4. Komandan Peleton Aiptu M Samsul

5. Komandan Peleton Aiptu Ari Dwinanto

6. Komandan Kompi AKP Untung Sudjadi

7. Komandan Kompi AKP Danang Sasongko P

8. Komandan Peleton AKP Nanang Pitrianto

9. Komandan Peleton Aiptu Budi Purnanto

Para Komandan Brimob itu diduga telah melakukan aksi penembakan di dalam stadion saat kerusuhan berlangsung. Nantinya, kesembilan orang aparat itu akan menjalani pemeriksaan oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk menyelidiki tragedi Kanjuruhan.

"Semuanya dalam proses riksa oleh tim malam ini," pungkas Irjen Dedi Prasetyo.

Sementara itu diketahui bahwa tragesi kerusuhan Kanjuruhan terjadi setelah laga pertandingan antara Arema FC dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10) malam usai digelar. Dalam laga tersebut, Arema kalah 3-2 dari Persebaya.

(wk/amel)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait