Bantah Ingin Monopoli K-Pop, Bang Si Hyuk Sedih Lihat Tata Kelola SM Entertainment
Star Daily News
Selebriti

Dalam wawancaranya, Bang Si Hyuk juga membahas tentang tudingan bahwa HYBE memperoleh saham lewat kesepakatan bermusuhan (hostile deal) karena semua orang tidak menginginkannya.

WowKeren - Langkah HYBE dalam mengakuisisi saham SM Entertainment hingga kini masih menuai pro kontra. Banyak tuduhan-tuduhan yang menyebutkan bahwa agensi BTS itu ingin memonopoli (mengambil alih) pasar K-Pop.

Setelah beberapa lama bungkam, Bang Si Hyuk selaku pemilik saham terbesar HYBE buka suara ketika diwawancarai oleh media CNN. Pembawa acara Richard Quest langsung mengajukan pertanyaan terkait tuduhan memonopoli pasar K-Pop tersebut.

Bang Si Hyuk dengan tegas menjawab, "Tidak benar mengatakan bahwa kami mencoba mengambil alih seluruh industri. Orang bilang akan ada oligopoli yang serius (keadaan persaingan terbatas) di pasar musik. Tetapi kalian perlu menganalisis di mana musik dijual."

Bang Si Hyuk juga membeberkan bahwa kombinasi HYBE dan SM tidak mungkin memonopoli industri K-Pop. "Kalian mungkin berasumsi bahwa sebagian besar dijual di Korea, kalau tidak termasuk semua pesanan internasional, bahkan melalui perusahaan pembelian, dengan semua CD dijual di Korea, gabungan SM dan HYBE, sangat sulit bagi kami untuk memonopoli pasar," sambungnya.


Bang Si Hyuk juga ditanyai tentang tudingan bahwa HYBE memperoleh saham lewat kesepakatan bermusuhan (hostile deal) karena semua orang tidak menginginkannya. Terkait hal ini, pria itu menjawab, "Aku yakin penting untuk mengklarifikasi istilah (hostile deal) itu terlebih dahulu."

Menurut Bang Si Hyuk berdasarkan ilmu ekonomi, hostile deal pada dasarnya merujuk pada kasus di mana saham perusahaan dijual di pasar namun bertentangan dengan keinginan pemegang saham utama atau oligopolistik. "Tapi kami mengambil alih saham mereka dengan persetujuan pemegang saham utama melalui proses hukum," jawabnya.

Bang Si Hyuk lantas mengungkap keprihatinannya pada manajemen SM Entertainment. "Hanya ketika dukungan diperoleh di sana, kami bisa membentuk dewan direksi yang kami inginkan. Aku sudah lama sedih karena perusahaan bagus seperti SM tidak memiliki struktur tata kelola yang baik," ujarnya.

Terakhir Bang Si Hyuk menegaskan, "Kami hampir menyelesaikan masalah tata kelola melalui akuisisi saham saat ini. Dan HYBE terkenal membantu artis menjadi sukses hanya dalam proses manajemen tanpa menyentuh otonomi orisinalitas artistik mereka."

(wk/amal)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait