Saking tertekannya dengan masalah kehidupan, Pinkan Mambo tak menampik jika dirinya sampai memiliki dua kepribadian. Meski selaku terlihat ceria, batin Pinkan begitu terguncang.
- Diah Candra Trisanti
- Kamis, 03 Agustus 2023 - 13:21 WIB
WowKeren - Kasus pelecehan seksual yang menimpa putri Pinkan Mambo, MA, menjadi perhatian publik. Amarah publik semakin memuncak lantaran pelaku pelecehan seksual tersebut tak lain adalah suami Pinkan, Steve Wantania.
Alih-alih membela, MA menyebut Pinkan lebih percaya ke suaminya. Ia juga tidak mendapatkan perlindungan dari sang ibu usai menceritakan kejadian yang dialaminya.
Hujatan demi hujatan pun ditujukan untuk Pinkan. Tak mau namanya jelek, Pinkan pun membela diri. Ia mengaku telah berjuang membela putrinya hingga mengusir sang suami.
Saat menjadi bintang tamu di podcast YouTube Melaney Ricardo baru-baru ini, Pinkan mengaku sudah mendapat tekanan. Saking tertekannya, Pinkan tak menampik jika dirinya sampai memiliki dua kepribadian.
"Sebenarnya sebelum kejadian Michelle, saya sudah 9 tahun saya ada mengalami ditekan sama seseorang yang itu membunuh pembunuhan karakter," beber Pinkan. "Jadi saya sebenarnya ada dua kepribadian yaitu PD banget sama sebenarnya saya rasa sakit yang masih ada trauma gitu."
Meski selalu terlihat ceria dan kuat di depan kamera, batin Pinkan begitu terguncang. Ia merasa begitu tertekan. Terlebih saat itu ia terlilit utang hingga dikejar debt collector.
"Makanya Pinkan di kamera berusaha kuat. Nah, itu Pinkan dalam keadaan tertekan sangat tertekan plus saya dengar Michelle mengalami hal itu hancurlah saya sebagai ibu," lanjuut mantan rekan duet Maia Estianty itu. "Itu komplit udah saya jatuh ketimpa tangga plus saya lagi saya dikejar debt collector, plus lagi dikejar sekolahan yang belum bayar."
Kesedihan Pinkan tidak berhenti sampai di situ. Ia bahkan harus memeras keringat berjualan pisang goreng demi membayar uang sekolah anaknya. Ia pun akhirnya menyinggung tentang kesalahannya dalam mengambil keputusan. Sayang, ia enggan menjelaskan lebih detail keputusan apa yang dimaksud.
"Saya seorang tukang pisang goreng yang bayar cicil sehari 10 ribu buat sekolah tersebut," tambah Pinkan. "Pribadi yang tertekan dengan semua beban hidup aku. Ya mungkin salah keputusan sih. Aku punya satu hal yang salah keputusan. Tuhan udah bilang di ajaran agama aku, hal ini nggak benar tapi aku tetap memaksa menikah."
Sementara itu, Steve sendiri telah mendapatkan hukuman pidana atas perbuatannya terhadap MA. Ia mendapat hukuman 9 tahun 6 bulan penjara.
(wk/diah)