FIFTY FIFTY Dicap Pengkhianat, Kuasa Hukum Klarifikasi Soal Tolak Mediasi ATTRAKT
Twitter/we_fiftyfifty
Selebriti

Mengenai penolakan mediasi dengan ATTRAKT, kuasa hukum FIFTY FIFTY mengabarkan situasi para member saat ini. Sejak kasus dengan agensi bergulir, grup harus menanggung kerusakan imej hingga dicap pengkhianat oleh publik.

WowKeren - Perwakilan hukum FIFTY FIFTY mengungkapkan perjuangan para member memperbaiki citra mereka. Sejakk berkonflik dengan ATTRAKT, keempat anggota mendapatkan imej buruk salah satunya dicap sebagai pengkhianat.

FIFTY FIFTY telah mengajukan tuntutan pidana terhadap CEO Jeon Hong Joon atas tuduhan melanggar Undang-Undang Tentang Hukuman yang Diperberat dan lain-lain dalam Kejahatan Ekonomi Khusus (Pelanggaran Kepercayaan). Dalam kasus ini, girl grup tersebut mengaku sangat dirugikan.

CEO Jeon dituduh telah menyalahgunakan dana yang diterima sebagai pembayaran DP untuk pertunjukan mendatang dari StarCrew ENT. FIFTY FIFTY juga dibebani dengan utang akibat tindakan CEO Jeon tersebut.

Selain itu, mereka mengklaim bahwa CEO Jeon menggunakan pendapatan dari penjualan musik dan album FIFTY FIFTY. Pengeluaran itu disebutkan tidak terkait dengan pembayaran di muka untuk menutupi hutang, yang berdampak buruk pada stabilitas keuangan mereka.

Pengacaran Lee Dong Hoon selaku kuasa hukum FIFTY FIFTY dari Barun Law Firm menyoroti kekhawatiran pelanggaran keuangan berkelanjutan membahayakan kemampuan grup menerima kompensasi adil di masa depan. Kuasa hukum juga menekankan bahwa langkah hukum sebenarnya bukan niat awal mereka namun akhirnya terpaksa dilakukan. Menurutnya, jika dana untuk FIFTY FIFTY dialihkan untuk kepentingan pribadi atau bisnis lain, maka tidak adil bagi grup jika mereka menanggung utang.

Perselisihan tentang dana prabayar dari Interpark dan bagaimana beberapa orang berpendapat bahwa FIFTY FIFTY tidak boleh mempertanyakan penggunaan dana tersebut juga disebutkan. Namun, pengacara Lee mengklarifikasi bahwa meskipun Interpark atau CEO Jeon terlibat, dana dari penjualan musik dan album FIFTY FIFTY harus tetap digunakan untuk membayar utang, mengingat hubungan ekonomi antara pihak yang terlibat.


Karena kasus ini, citra FIFTY FIFTY sangat terpengaruh. Grup pelantun "Cupid" ini dilabeli istilah menghina seperti "idol pengkhianat". Hal ini dikarenakan adanya perselisihan kontrak yang sedang berlangsung dengan ATTRAKT dan keputusan mereka mengambil langkah hukum.

Pengacara Lee menklaim FIFTY FIFTY menanggung kerusakan imej padahal awalnya tidak berencana untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap CEO Jeon. Namun, mereka merasa perlu untuk mengatasi masalah tersebut dan menegaskan hak-hak mereka, bahkan jika itu berujung pada tindakan hukum.

Selanjutnya, pengacara Lee juga mengklarifikasi bahwa penolakan mediasi tidaklah mutlak. FIFTY FIFTY hanya tidak ingin kembali di ATTRAKT. Sehingga sikap mereka ini disalahpahami oleh publik yang berakibat citra grup semakin terjun bebas.

Sementara itu, persidangan pertama FIFTY FIFTY meminta penangguhan kontrak eksklusif sudah diadakan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul di Seocho-gu. Para member mengklaim tidak bisa melanjutkan lagi kontrak eksklusif mereka karena agensi dianggap melanggar kewajiban bagi hasil dan melampaui batas privasi dengan mengumumkan operasi salah satu member.

Sebelumnya, ATTRAKT mengumumkan bahwa ada pihak luar sedang membujuk FIFTY FIFTY untuk mengakhiri kontrak mereka. Agensi menunjuk Warner Music Korea dan semakin membingungkan fans karena ATTRAKT juga mencoba menuntut The Givers karena membeli hak cipta "Cupid". Tak lama setelahnya, agensi memberitahukan bahwa fancafe grup diretas dan tutup karena intervensi pihak luar.

Pada 7 Juli, ATTRAKT mengajukan tuntutan pidana tambahan terhadap The Givers. Mereka mengklaim, "Saat mengatur dokumen akuisisi dan transfer, Attrakt menemukan kasus penggelapan yang dilakukan oleh The Givers tanpa konsultasi sebelumnya dengan perusahaan kami. Setelah verifikasi, kami mengonfirmasi bahwa The Givers telah memalsukan kontrak layanan untuk penggelapan.

Seperti diketahui, FIFTY FIFTY memulai debutnya dengan EP "The Fifty" pada akhir 2022 lalu. Nama mereka melejit sejak lagu "Cupid" yang dirilis Februari 2023 lalu menjadi hits dan viral sebagai challenge TiKTok.

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait