Ibu Mertua BCL Diam-Diam Bos Yayasan di Malaysia, Mendiang Ashraf Sinclair Ikut Punya Andil
Instagram/bclsinclair
Selebriti

Dida Sinclair, ibu mertua BCL, ternyata punya kegiatan mulia di Malaysia. Menjadi bos sekaligus founder yayasan peduli lingkungan, Dida juga mendapat dukungan dari Ashraf Sinclair saat sang putra masih hidup.

WowKeren - Ibunda Ashraf Sinclair, Khadijah Abdul Rahman alias Dida Sinclair, sempat meminta pertolongan pada publik dan membahas kematian. Ia rupanya sedang mengkhawatirkan kondisi tanaman di rumahnya.

"Help me please. Assalamualaikum, hug a tree," kata Dida. "Ini umi tanam, sudah mau 10 tahun, sudah besar, dia tak mau berbuah, dia sudah mau mati, siapapun, tolong bantu, bagaimana saya bisa menyelamatkan tanaman Alpukat ini, hubungi aku."

Usut punya usut, Dida bukanlah sekedar wanita sembarangan. Tak cuma fokus pada tumbuh-tumbuhan, mertua dari Bunga Citra Lestari itu ternyata memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Instagram

Kegiatan Dida Sebagai Bos Yayasan


Bukan cuma itu, Dida adalah bos dari Yayasan Anak Warisan Alam (YAWA). Di halaman Linkedin miliknya, terkuak andil Ashraf sebagai salah satu founder yayasan non profit tersebut. Dalam informasi di situs tersebut, Dida mendirikan Yawa sejak 1990 bersama sang suami, Ashraf dan dua anak lainnya.

"Yayasan telah memupuk dan menanamkan keterampilan kepada begitu banyak pemuda untuk peduli lingkungan dan mengirim mereka untuk terjun ke dunia nyata," demikian penjelasan Dida. "Saya telah melihat para pemuda ini menikmati masa kecil dan masa muda mereka. Saat ini, mereka membuat perbedaan di masyarakat, sukses dalam karir mereka dan melanjutkan komitmen mereka terhadap lingkungan dengan keluarga muda mereka sendiri."

Dedikasi Dida mengurus YAWA itu patut diacungi jempol. Ia pun mendapat penghargaan terkait yayasannya tersebut. Penghargaan itu yakni UNEP Global 500 Laureate dari United Nations Environment Programme di 2001 dan penghargaan Langkawi Award dari Department of Environment, MNRE Malaysia di 2003.

Sebelumnya, Ashraf juga sempat disorot soal kegiatan sosialnya di Indonesia. Rupanya, ia menjadi donatur tetap panti asuhan semasa hidupnya.

"Mungkin tiga atau empat tahun lalu. Saya sudah tidak menghitung lagi kapannya karena saking seringnya," kata Ketua Yayasan Panti Asuhan Daarul Rahman, Ahmad Habib. "(Selain beras) ya, paling kebutuhan uang. Beliau selalu membawa amplop berisi uang."

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait