Politikus Korea Ikut Bicara Demi Hindari Kasus FIFTY FIFTY Kedua
Instagram/we_fiftyfifty
Musik
Konflik Agensi FIFTY FIFTY

Seraong politikus Korea Selatan sampai ikut memberikan usulan karena berkaca dari kasus FIFTY FIFTY dan ATTRAKT yang cukup menghebohkan dunia musik belakangan ini.

WowKeren - Permasalahan FIFTY FIFTY dan ATTRAKT sampai membuat seorang politikus ternama Korea Selatan, Ha Tae Keung bicara. Ia memberikan usulan membuat "FIFTY FIFTY Act" melalui akun Facebook resminya, Selasa (29/8).

Politikus ini mengatakan "FIFTY FIFTY Act" perlu dibuat untuk melindungi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah. Politikus Ha memperlihatkan jika ia ada di pihak ATTRAKT.

"Saya mengusulkan ‘FIFTY FIFTY Act’ untuk melindungi agensi kecil dan menengah dari produsen kejam yang mencoba menjual daftar keluarga anak-anak mereka," ungkap Politikus Ha.

Ha Tae Kyeong memberikan usulan \

Sumber: Facebook

"Girl grup 'FIFTY FIFTY', yang diperkenalkan oleh sebuah perusahaan kecil dan menengah, mencapai hasil luar biasa di panggung dunia. Meski tanpa anggaran yang besar, keajaiban bisa diraih dengan satu keterampilan. Namun, seorang pedagang jahat mencoba memonopoli pencapaian ini demi keuntungannya sendiri. Hal ini karena terungkap situasi di mana seorang produser, yang hanya merupakan perusahaan produksi outsourcing, mencoba membujuk anggota girl grup untuk mengakhiri kontrak mereka dan menjadikannya milik mereka," beber Politikus Ha.


Politikus Ha juga menyinggung mengenai keputusan pengadilan yang menolak tuntutan FIFTY FIFTY untuk membatalkan kontrak ekslusif dengan ATTRAKT. Ia menerangkan hal tersebut sebagai upcaya "pencurian" yang gagal.

"Namun, tuntutan hukum perintah awal ini akhirnya dibatalkan dan kontroversi pun berakhir. Upaya mencuri prestasi usaha kecil dan menengah akhirnya gagal. Saya berharap para anggota (FIFTY FIFTY) juga segera melihat masalah ini dan kembali ke agensi mereka untuk tampil di panggung dunia. Dalam kasus industri manufaktur, berbagai sistem telah diterapkan untuk melindungi produk seperti paten atau peraturan rahasia dagang. Namun industri hiburan berbeda. Karena sebagian besar aktivitas yang dilakukan orang, seperti musik dan iklan, menjadi produk, mereka berada dalam titik buta sistem," jelas Politikus Ha.

Berkaca dari kasus FIFTY FIFTY inilah, Politikus Ha merasa harus ada revisi Undang-Undang untuk menghindari kasus serupa. Perubahan diharapkan dapat melindungi dan mendorong pertumbuhan K-Pop.

"Oleh karena itu, untuk melindungi dan secara sistematis mendukung usaha kecil dan menengah di bidang budaya dan seni populer, revisi <Undang-Undang Pengembangan Seni dan Budaya Populer> sedang dibahas dengan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Kami bermaksud untuk memperkuat perlindungan dan dukungan di tingkat pemerintah sehingga lembaga-lembaga kecil dan menengah dapat menjalankan bisnis dengan aman, dan melalui hal ini, mendorong pertumbuhan kualitatif K-pop. Kami akan memberikan rinciannya segera setelah rancangan undang-undang tersebut dibuat," tutup Politikus Ha.

Pernyataan Politikus Ha ini tentu langsung menjadi pusat perhatian pemberitaan di Media Korea Selatan. Banyak yang menyebarkan pendapat sang politikus mengingat ramainya sorotan ke FIFTY FIFTY dan ATTRAKT.

Sementara itu, FIFTY FIFTY dikabarkan tengan mempersiapkan banding putusan hakim. Sedang, CEO ATTRAKT berharap FIFTY FIFTY segera kembali ke agensi.

(wk/alfa)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Trending
Berita Terbaru