Han Hyo Joo Ngaku Sempat Depresi di Awal Debut Karena Aktingnya Buruk
Twitter
Selebriti

Han Hyo Joo mengaku selalu mengasah kemampuan aktingnya agar bisa lebih baik dan baik meski sempat menyerah menangis setiap hari karena aku tidak bisa berakting dengan baik.

WowKeren - Baru-baru ini Han Hyo Joo menyapa penggemar dengan menghadiri Actors House yang diadakan di Teater KNN di Haeundae, Busan, dan berbagi berbagai cerita dengan penonton. Dalam kesempatan tersebut bintang serial "Moving" itu pun mengingat kisah debutnya dimana dirinya mengaku sempat mengalami depresi.

"Aku belajar Teater dan Film tetapi aku tidak bisa menghabiskan banyak waktu untuk belajar karena aku debut segera setelah aku diterima di sekolah tersebut. Itu sebabnya aku kurang percaya diri saat berakting. Aku terus mengulangi kegagalan dan belajar beberapa kali, seperti memukul batu dengan telur," katanya.

Han Hyo Joo mengaku selalu mengasah kemampuan aktingnya agar bisa lebih baik dan baik meski sempat menyerah. Bahkan ketika membintangi drama "Spring Waltz", Han Hyo Joo sempat bertanya-tanya pada dirinya sendiri mengapa aktingnya tak bisa sebagus lawan mainnya.


"Aku menangis setiap hari karena aku tidak bisa berakting dengan baik. Aku tidak bisa berakting tetapi aku tidak mau mengakuinya. Aktris senior Kim Hae Sook muncul dalam karya debutku 'Spring Waltz' sebagai ibuku. Dia berakting dengan sangat baik sehingga membuatku bertanya-tanya 'Mengapa aktingku begitu buruk? Ini sangat sulit'. Namun sang senior berkata 'Kau tidak boleh mencoba melakukan sesuatu yang telah aku lakukan selama 20-30 tahun sekaligus seperti itu'. Setelah mendengar kata-katanya, aku mulai menerima dirku sendiri," tambahnya.

Terakhir Han Hyo Joo mengaku telah menemukan cara bagaimana dirinya bisa menghidupkan sebuah karakter dari dalam dirinya ketika berakting. "Aku sangat ingin melakukannya dengan baik saat itu. Ada suatu masa ketika aku bahkan takut membuka pintu mobil dan berdiri di depan kamera. Aku takut dengan kamera. Kalau dipikir-pikir sekarang, menurutku itu adalah depresi. Saat aku bertanya-tanya apakah aku harus terus berakting setelah menyelesaikan pekerjaan pertamaku, aku bertemu dengan film 'Ad-lib Night' (2006). Itu adalah film independen berbiaya rendah, tapi aku belajar banyak dalam proses persiapannya dan mengubah cara pendekatan karakter," pungkasnya.

(wk/aiss)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait