Vincent Rompies berharap agar kasus bullying yang menyeret sang anak bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Lantas, apa motif anak Vincent hingga terlibat aksi bullying bersama teman geng sekolahnya?
- Diah Candra Trisanti
- Kamis, 22 Februari 2024 - 22:15 WIB
WowKeren - Vincent Rompies baru saja menjalani pemeriksaan di Polres Tangerang Selatan pada Kamis (22/2). Seperti diketahui, putra Vincent, FLR, diduga terlibat dalam kasus bullying bersama teman-teman satu geng sekolahnya. Kasus ini pun menjadi viral dan disorot publik.
Diperiksa sejak pukul 11.00 WIB, Vincent mengaku kooperatif dan mengapresiasi kinerja penyidik. Untuk saat ini, status FLR masih ditetapkan sebagai saksi. Vincent pun enggan bicara soal motif sang anak yang terlibat perisakan.
"Sangat kooperatif dan kinerjanya saya sangat mengapresiasi dari kinerja dari temen-temen kepolisian di Polres Tangsel ini insyallah berjalan lancar. Alhamdulillah ya lancar semua bisa berjalan tadi juga lancar-lancar juga, dan pak polisinya pada baik-baik semua," ungkap Vincent. "Ya (anak) masih saksi. Masih saksi. Nanti kita lihat aja deh dari hasilnya, seperti apa, sekali lagi saya menghargai proses yang diambil dari Kapolres."
Vincent pun berharap agar kasus sang anak bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Ia kemudian memohon doa agar kasus tersebut bisa diselesaikan dengan baik.
"Saya tidak peduli apapun yang saya pedulikan hanya Saya ingin masalah ini cepet selesai. Semoga dan terima kasih buat semua teman-teman yang sudah mendoakan juga," imbuh Vincent. "Doakan juga sekali lagi saya masih membuka pintu komunikasi dengan pelapor. Untuk biar ini semua masalah bisa diselesaikan secara baik baik dan kekeluargaan. Semoga bisa menemukan titik terang untuk berdamai dan berdiskusi. Dan juga semua bisa kembali normal."
Selain Vincent, nama putra mantan penyiar berita sekaligus anggota DPR RI Arief Suditomo juga ikut terseret. Namun, hingga kini masih belum ada keterangan apapun dari pihak Arief.
Sementara itu, pihak sekolah telah memberikan reaksi tegas atas kasus tersebut. Derajat sanksi pun berbeda, yakni yang melakukan kekerasan dikeluarkan dari sekolah, kemudian yang melihat tapi tak berupaya membantu disanksi disiplin keras.
Sedangkan, pihak KPAI juga berjanji akan mendampingi para pelaku sekaligus korban mengingat mereka masih berada di bawah umur. Terkait upaya damai antara korban dan pelaku, KPAI juga memastikan agar proses berjalan lebih dulu.
(wk/diah)