Min Hee Jin Bongkar Siasat Licik HYBE untuk Kalahkan aespa Lewat Penjualan Album
Instagram/aespa_official
Musik

Mine Hee Jin selaku CEO ADOR dengan tegas meminta agar pengadilan melakukan penyelidikan secara transparan terhadap HYBE. Hal ini berkaitan dengan cara agensi tersebut dalam memasarkan album para idolnya.

WowKeren - aespa ikut disebut dalam sidang sengketa hukum yang mempertemukan antara CEO ADOR, Min Hee Jin dengan HYBE. Sidang yang digelar pada Jumat (17/5) hari ini, diadakan oleh divisi kasus pengadilan perdata ke-50 dari Pengadilan Distrik Pusat Seoul.

Dalam sidang tersebut, CEO Min secara gamblang membongkar siasat yang direncanakan oleh HYBE untuk menumbangkan aespa. Itu sebabnya mengapa ia mengajukan gugatan agar pengadilan melakukan penyelidikan internal terhadap artis HYBE yang meningkatkan penjualan album minggu pertama melalui cara pembelian lanjutan atau secara berkala.

CEO Min didampingi oleh Firma Hukum Sejong dalam melawan HYBE di persidangan. Pada kesempatan itu, pihak pengacara membeberkan isi lengkap email yang dikirimkan CEO Min kepada para eksekutif HYBE pada awal April lalu.

CEO Min menulis dalam emailnya, "HYBE menyarankan taktik 'pembelian lanjutan' 100.000 album. Perusahaan bersikeras bahwa setelah perilisan 'Get Up', NewJeans akan mampu mengalahkan aespa dalam penjualan minggu pertama dengan taktik ini. Namun, hal ini jelas melanggar filosofi bisnis ADOR, jadi saya menolak saran tersebut."


Dengan keraguan penuh, CEO Min meyakini bahwa taktik ini digunakan secara luas oleh semua label di bawah asuhan HYBE. Namun untuk lebih pastinya, CEO Min meminta agar pengadilan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui fakta yang lebih akurat.

"Saya sangat menyadari fakta bahwa taktik ini digunakan secara luas di semua label di bawah HYBE. Namun, saya harus meminta penyelidikan yang transparan dan tindakan yang tepat dalam menanggapi setiap kasus pertukaran yang dinegosiasikan dengan syarat pengembalian, dan pertukaran lainnya yang dapat dilihat sebagai 'pembelian di muka'," terang CEO Min.

Taktik "pembelian di muka" yang dibocorkan oleh CEO Min juga sempat menimbulkan masalah di awal tahun ini. Di mana para netizen merasa curiga jika boy grup besutan SM Entertainment, RIIZE kemungkinan besar juga menggunakan cara ini untuk album debut mereka.

Netizen yang mengetahui pernyataan CEO Min ini sontak meluapkan amarahnya kepada para petinggi HYBE. "Wow, kecemburuan, kemarahan, dan obsesi terhadap SM sungguh gila," ungkap netizen. "HYBE sepertinya sangat peduli dengan aespa," tutur lainnya. "Gila, jangan libatkan aespa dalam masalah kalian," imbuh akun lain.

(wk/lara)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait