Penghargaan Mentereng BTS dari Pemerintah Terancam Dicabut Imbas Penyelidikan Sajaegi
X/bts_bighit
Musik

Agensi BTS kabarnya akan segera dimintai keterangan oleh badan KOCCA terkait tuduhan manipulasi chart yang dialamatkan pada artis mereka. Lantas bagaimana respons publik terhadap penyelidikan ini?

WowKeren - Pada Selasa (21/5), Korea Creative Content Agency (KOCCA), sebuah organisasi di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata dikonfirmasi telah memulai penyelidikan terhadap dugaan Sajaegi atau manipulasi grafik yang dituduhkan kepada BTS. Laporan menyatakan bahwa pengaduan tersebut pertama kali ditujukan ke Kementerian Kebudayaan sendiri, tapi kemudian dilimpahkan ke KCCA.

Dengan dimulainya penyelidikan ini, BTS terancam akan kehilangan penghargaan bergengsi yang mereka dapatkan dari pemerintah. Penghargaan yang dimaksud adalah Order of Cultural Merit, yang diberikan oleh Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata pada Oktober 2016 lalu. Penghargaan tersebut diberikan karena pengaruh BTS yang luar biasa di bidang budaya dan seni untuk kepentingan mempromosikan budaya nasional dan pembangunan nasional.

Mulanya, keluhan perdata muncul ketika putusan kasus pemerasan yang terjadi pada Januari 2017 diumumkan ke publik. Gugatan ini diajukan oleh Tuan A.

"Berdasarkan isi putusan, saya menerima email pertama dari terdakwa pada tahun 2017 sejak tanggal 23 September 2016, ketika amandemen Undang-Undang Promosi Industri Musik, yang mana mengatur tindakan 'penimbunan musik', mulai berlaku. Kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa pemasaran ilegal telah dilakukan bahkan selama periode hingga 11 Januari, dan kami yakin Big Hit Music pada akhirnya terpaksa mengirimkan sejumlah besar uang karena adanya ancaman," ungkap Tuan A.


Selain itu, pengaduan perdata lainnya berisi soal permintan pembatalan penghargaan bergengsi yang telah diberikan kepada RM dkk. "Karena 'kecurigaan penimbunan BTS' adalah masalah serius yang telah merusak tatanan demokrasi dan supremasi hukum yang disebut 'persaingan sehat', Pasal 8 (pembatalan penghargaan, dll). Sesuai dengan Pasal 18 Ayat 1 (Tata Cara Pembatalan Kutipan), dinilai Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata harus segera mengkaji pembatalan penghargaan tersebut," tuturnya.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, yang menerima pengaduan tersebut, sedang mengkonfirmasi fakta dan rencana untuk mempertimbangkan apakah akan membatalkan penghargaan tersebut tergantung pada hasil penyelidikan. Para netizen yang mengetahui kabar ini pun langsung memberikan beragam komentar sinisnya. Mereka mengaku heran dengan pemerintah yang masih saja melakukan penyelidikan terhadap hal yang sudah jelas tidak ada.

"Jika Kementerian Kebudayaan menyelidiki mereka, tentu saja akan menghasilkan putusan yang tidak bersalah. Mereka tidak dapat menemukan bukti sajaegi sebelumnya," ujar netizen. "Kenapa mereka hanya menyelidiki BTS. Mereka harus menyelidiki penyanyi lain untuk melihat apakah mereka mampu (menemukan bukti adanya manipulasi chart)," sahut yang lain. "Mereka bukan lembaga investigasi, jadi penyelidikan ini tidak ada gunanya," imbuh lainnya.

"Maksudku, bukankah Kementerian Kebudayaan hanya menyelidiki karena menerima begitu banyak pengaduan? Aku tidak berpikir ini adalah media play," kata warganet. "Terdakwa harus mengakui kejahatannya agar penyelidikan dapat menemukan apa pun. Investigasi tidak akan menemukan apa pun," sambung lainnya. "Aneh saja melihat mereka melakukan penyelidikan," timpal akun lain.

(wk/lara)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait